Kematian Jamal Khashoggi

Bela Arab Saudi, Menlu Iran Nilai Trump Memalukan

Fajar Nugraha 21 November 2018 08:57 WIB
Jamal Khashoggi
Bela Arab Saudi, Menlu Iran Nilai Trump Memalukan
Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif anggap Presiden Donald Trump memalukan. (Foto: AFP).
Teheran: Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan komentar Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi sebagai pernyataan memalukann.

Baca juga: Trump: Pangeran Mohammed Mungkin Tahu Soal Khashoggi.

Dalam komentarnya, Trump menyatakan akan tetap mendukung Arab Saudi meskipun jika pada akhirnya Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman berada di balik pembunuhan itu. Hingga saat ini Arab Saudi membantah keterlibatan pewaris Kerajaan Arab Saudi itu dalam pembunuhan Khashoggi.


Mantan pengusaha properti itu menyebut dunia saat ini adalah tempat yang sangat berbahaya. Trump sendiri dalam komentarnya membawa Iran yang dianggapnya bertanggungjawab atas perang di Yaman.

"Iran, sebagai contoh, bertanggung jawab atas perang proksi berdarah melawan Arab Saudi di Yaman. Mereka juga berusaha mengacaukan upaya Irak membentuk demokrasi, mendukung kelompok teror Hizbullah di Lebanon, menopang diktator Bashar Assad di Suriah (yang memiliki membunuh jutaan warganya sendiri), dan banyak lagi,” komentar Trump pada Selasa 20 November atau Rabu 21 November waktu Indonesia.

Baca juga: Soal Khashoggi, Trump Tetap Dukung Arab Saudi.

Ucapan Trump pun mengundang tanggapan dari Menlu Zarif. “Trump dengan ganjil mencurahkan paragraf pertama dari pernyataannya yang memalukan tentang kekejaman Arab Saudi untuk menuduh Iran dari segala bentuk penyimpangan yang bisa dia pikirkan,” tegas Menlu Zarif, melalui akun Twitternya, seperti dikutip Trend, Rabu 21 November 2018.

Zarif juga merujuk pada perbandingan manajemen kehutanan yang tidak menguntungkan di California dan Finlandia yang dilanda kebakaran hutan.

"Mungkin kita juga bertanggung jawab atas kebakaran di California, karena kita tidak membantu merampas hutan, seperti yang dilakukan oleh Finlandia?” pungkas Zarif.
 



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id