Jamal Khashoggi tewas dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki Oktober lalu. (Foto: AFP).
Jamal Khashoggi tewas dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki Oktober lalu. (Foto: AFP).

Saudi Inginkan Kesepakatan Kerja Sama Penyelidikan Khashoggi

Internasional Jamal Khashoggi
Fajar Nugraha • 15 November 2018 19:08
Riyadh: Pemerintah Arab Saudi meminta Turki menandatangani kesepakatan kerja sama untuk menyelidiki pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Jurnalis Arab Saudi itu tewas di gedung Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul.
 
“Kantor kejaksaan publik meminta pihak berwenang Turki untuk menandatangani mekanisme kerja sama khusus yang khusus untuk kasus ini. Kerja sama ditujukan agar mereka hasil penyelidikan," pernyataan Pemerintah Arab Saudi, seperti dikutip dari kantor berita SPA, Kamis 15 November 2018.
 
"Jaksa penuntut umum masih menunggu jawaban atas permintaan ini,” imbuh pernyataan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Pembunuh Khashoggi Bawa Suntikan dan Alat Kejut.
 
Khashoggi yang dikenal sebagai pengkritik Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, dibunuh di gedung konsulat pada Oktober lalu. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menduga pembunuhan ini melibatkan petinggi yang berkuasa di pemerintahan Arab Saudi.
 
Pembunuhan Khashoggi memicu kemarahan dunia internasional, tetapi sedikit sekali tindakan yang diambil negara besar terhadap Arab Saudi. Eksportir minyak terbesar di dunia itu dikenal sebagai sekutu terdekat AS dan mendukung rencana menghalau pengaruh Iran di Timur Tengah.
 
Lebih lanjut mengenai kasus ini, Erdogan mengatakan bahwa pembunuhan Khashoggi jelas direncanakan dengan matang dan perintahnya datang dari pejabat tertinggi di Negeri Petrodolar. Dia menambahkan tidak percaya bahwa Raja Salman berada di balik semua ini.
 
Baca juga: Erdogan: Saudi Terkejut dengan Rekaman Pembunuhan Khashoggi.
 
Erdogan sebelumnya mendengarkan rekaman dari pembunuhan Khashoggi kepada pejabat Kanada, Amerika Serikat (AS), Jerman, Prancis dan Inggris. Rekaman itu termasuk kejadian pembunuhan dan perbincangan sebelum operasi. Hal ini membuat pihak Turki bahwa pembunuhan dilakukan dengan perencanaan, meskipun Pemerintah Arab Saudi terus membantah keterlibatannya.
 
Jaksa Arab Saudi mengatakan bahwa pembunuhan Khashoggi direncanakan di tempat. Sementara Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir menegaskan bahwa Pangeran Mohammed tidak ada sangkut paut dengan kasus itu.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif