Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman. Foto: AFP.
Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman. Foto: AFP.

Mohammed bin Salman Dukung Pemerintah Yaman

Internasional konflik yaman arab saudi uni emirat arab
Arpan Rahman • 13 Agustus 2019 16:08
Riyadh: Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, mendukung Pemerintah Yaman saat berperang melawan kelompok separatis yang didukung oleh sekutu Saudi, Uni Emirat Arab (UEA).
 
Disitat dari Telegraph, Selasa 13 Agustus 2019, koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman retak secara dramatis selama akhir pekan. Pasukan Pemerintah Yaman dan separatis selatan saling menodongkan senjata mereka setelah bertempur bertahun-tahun di bawah kepemimpinan Arab Saudi.
 
Baca juga: Separatis Yaman Ambil Alih Kendali Kota Aden.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertempuran hebat di kota pelabuhan Aden menewaskan 40 orang ketika pasukan separatis, yang menginginkan negara merdeka di Yaman selatan, merebut kendali atas sejumlah gedung pemerintah dan bertempur melawan para penjaga presiden.
 
Pesawat tempur Arab Saudi melakukan serangan udara di Aden guna mendukung pasukan pemerintah dan Pangeran Mohammed bertemu dengan Presiden Yaman, Abd-Rabbo Mansur Hadi, pada Minggu malam dalam sebuah unjuk dukungan.
 
Pihak Hadi mengatakan, kedua pria itu membahas "kudeta" separatis terhadap pemerintah dan "berbagai kejahatan lain terhadap anak-anak Aden".
 
Pada Senin pagi, suasana yang tegang tampaknya telah menyelimuti Aden tanpa ada laporan tentang pertikaian terbaru antara kedua pihak. Berbagai kelompok kemanusiaan memperingatkan bahwa ribuan warga sipil terjebak dalam garis tembak.
 
Tetapi tidak jelas bagaimana kebuntuan itu akan diselesaikan dan apakah pasukan separatis, yang dikenal sebagai Dewan Transisi Selatan (STC), akan menarik diri dari gedung-gedung pemerintah yang mereka duduki.
 
Aidarus al-Zubaidi, kepala STC, mengatakan dia berkomitmen untuk gencatan senjata dan siap melakukan perjalanan ke Arab Saudi menegosiasikan gencatan senjata jangka panjang.
 
Mohammed bin Salman Dukung Pemerintah Yaman
Pasukan separatis yang didukung Uni Emirat Arab (UEA) menguasai Aden. Foto: AFP.
 

Dia katakan pasukannya bergerak melawan pemerintah Yaman karena dia memiliki laporan intelijen bahwa pasukan pemerintah sedang bersiap melancarkan serangan mereka sendiri.
 
Bahkan jika krisis langsung di Aden dapat diselesaikan, kekerasan tersebut menyoroti keretakan mendalam dalam koalisi Pangeran Mohammed. Padahal mereka telah berperang selama lebih dari empat tahun melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran.
 
Arab Saudi memimpin koalisi militer Arab ke dalam kampanye udara melawan pasukan Houthi pada 2015 dalam upaya mengembalikan kekuasaan Hadi atas Yaman.
 
Pertempuran menjerumuskan negara itu dalam bencana kelaparan dan PBB sekarang menganggap Yaman sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Ribuan warga sipil telah terbunuh oleh serangan udara koalisi yang dipimpin Saudi.
 
UAE, yang memiliki salah satu militer paling efektif di kawasan itu, memainkan peran utama dalam membantu pasukan pemerintah mendorong orang-orang Houthi kembali ke markas mereka di barat laut negara tersebut. Negara ini juga memberi senjata dan dukungan kepada STC, dengan alasan bahwa separatis adalah mitra kunci dalam memerangi kelompok Houthi dan kelompok jihadis di Yaman.
 
Baca juga: Pasukan Bersekutu Saling Serang, 40 Tewas di Yaman.
 
Namun, UEA menarik sebagian besar pasukannya dari Yaman dalam beberapa bulan terakhir, menghambat kemampuan koalisi buat terus memerangi Houthi.
 
Karena penyokong mereka menarik diri dari Yaman, STC memutuskan bergerak melawan pemerintah Yaman.
 
Melalui sebuah pernyataan akhir pekan lalu, Kedutaan Besar Yaman di Washington mengatakan pihaknya menilai "Uni Emirat Arab sepenuhnya bertanggung jawab atas kudeta yang dilakukan terhadap pemerintah di Aden".
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif