Jurnalis Arab Saudi Menghilang

Turki Bertekad Ungkap Semua Detail Kematian Khashoggi

Willy Haryono 20 Oktober 2018 20:01 WIB
arab sauditurki
Turki Bertekad Ungkap Semua Detail Kematian Khashoggi
Jubir AKP Omer Celik di Brussels, Belgia, 25 Januari 2018. (Foto: AFP/JOHN THYS)
Ankara: Turki bertekad mengungkap semua detail kematian jurnalis Jamal Khashoggi, Sabtu 20 Oktober 2018, setelah Arab Saudi mengakui pria tersebut dibunuh saat memasuki gedung konsulat di Turki pada awal bulan ini. Arab Saudi menyebut Khashoggi tewas usai sempat berkelahi dengan beberapa orang di dalam konsulat.

"Kami akan mengungkap apapun yang sebenarnya sudah terjadi. Semua orang jangan pernah meragukan hal ini," tegas Omer Celik, juru bicara partai berkuasa Partai Keadilan dan Pengembangan (AKP), seperti dikabarkan kantor berita Anadolu.

Baca: Castro Tuduh Kushner di Balik Pembunuhan Khashoggi


Khashoggi, seorang kontributor surat kabar Washington Post, terakhir terlihat saat memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Sejak awal kasus, Turki menduga Khashoggi telah dibunuh, sementara Arab Saudi dengan keras membantahnya.

Namun seiring berjalannya waktu dan tekanan dari komunitas global, termasuk Amerika Serikat, Riyadh akhirnya mengakui Khashoggi tewas di dalam konsulat. Awalnya Arab Saudi berkukuh Khashoggi telah meninggalkan gedung usai mengurus sertifikat perceraian.

"Kami tidak menuduh siapapun dari awal, tapi kami tidak bisa membiarkan kasus ini ditutup-tutupi," ungkap Celik, seperti dilansir dari media AFP.


Infografis kasus Jamal Khashoggi. (Foto: AFP)

Jumat kemarin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud. Keduanya sepakat melanjutkan investigasi gabungan kasus Khashoggi.

Di hadapan publik, Erdogan dan sejumlah pejabat tinggi Turki berhati-hati dalam memberikan pernyataan. Biasanya sang presiden merujuk awak media untuk mengutip ucapan jaksa, dan menghindari kata-kata yang secara langsung menuduh Arab Saudi.

Setelah mengakui Khashoggi tewas di konsulat, Arab Saudi mengumumkan telah memecat lima pejabat tinggi dan menangkap 18 warganya.

Dua dari lima orang yang dipecat kerajaan adalah penasihat Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman, Saud al-Qahtani, serta Wakil Kepala Intelijen Mayor Jenderal Ahmed al-Assiri. Sementara 18 warga Arab Saudi yang ditangkap tidak disebutkan identitasnya.

 



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id