Kematian Jurnalis Arab Saudi

Turki Desak Penyelidikan Khashoggi Diselesaikan Secepatnya

Fajar Nugraha 29 Oktober 2018 18:33 WIB
Jamal Khashoggi
Turki Desak Penyelidikan Khashoggi Diselesaikan Secepatnya
Warga terus melakukan protes menuntut keadilan untuk Jamal Khashoggi di Istanbul, Turki. (Foto: AFP).
Istanbul: Pemerintah Turki pada Senin menyerukan penyelidikan atas pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi untuk diselesaikan secepat mungkin. Imbauan muncul setelah setelah media pemerintah melaporkan Jaksa Agung Arab Saudi bertemu dengan kepala penyelidikan Turki.
 
Baca juga: Khashoggi Hendak Ungkap Penggunaan Senjata Kimia Saudi.
 
"Kami secara alami melihat keuntungan di jaksa kami berbagi informasi dan bekerja sama," Menlu Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada konferensi pers di Istanbul, seperti dikutip AFP, Senin, 29 Oktober 2018.
 
"Kerja sama harus dilanjutkan, tetapi tidak boleh ditarik atau berubah menjadi pengalihan. Penyelidikan harus diselesaikan sesegera mungkin, sehingga seluruh kebenaran terungkap," tambahnya.
 
Kantor berita Anadolu melaporkan, imbauan muncul setelah Jaksa Agung Saudi Sheikh Saud al-Mojeb bertemu dengan Jaksa Wilayah Istanbul Irfan Fidan di pengadilan utama Caglayan di kota Turki selama sekitar 75 menit.

Mojeb, yang pekan lalu mengakui bahwa pembunuhan itu direncanakan berdasarkan bukti Turki, tiba di Istanbul Senin pagi dan diperkirakan akan memeriksa konsulat Saudi tempat Khashoggi terbunuh.
 
Kasus ini telah membawa pemeriksaan internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya di Arab Saudi. Sejak kasus itu muncul, Arab Saudi berusaha untuk menarik garis di bawah krisis setelah menawarkan serangkaian narasi yang berbeda dalam beberapa minggu setelah pembunuhan Khashoggi.
 
Kontributor Washington Post yang berusia 59 tahun, dikenal sebagai pengkritik kuat Pangeran Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, lenyap setelah memasuki konsulat pada 2 Oktober untuk mendapatkan dokumen untuk pernikahannya dengan tunangannya di Turki.
 
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa tim 15 orang datang dari Riyadh untuk membunuh Khashoggi. Laporan mengerikan di media Turki telah menuduh bahwa tubuh Khashoggi, yang masih belum ditemukan, dipotong menjadi beberapa bagian.
 
Pihak berwenang Saudi telah menangkap 18 pria atas pembunuhan itu dan Erdogan telah meminta mereka diekstradisi untuk diadili di Turki. Riyadh telah menolak permintaan itu.
 
Baca juga: Arab Saudi Tolak Permohonan Ekstradisi Pembunuh Khashoggi.
 
Ditanya tentang lokasi tubuh, Cavusoglu mengatakan bahwa "karena mereka yang melakukan pembunuhan berada di Arab Saudi, Arab Saudi memiliki tanggung jawab yang sangat besar".
 
Pembunuhan itu mencemarkan citra Pangeran Mohammed, yang memposisikan dirinya sebagai seorang reformis Saudi. Insiden juga menguji hubungan antara Washington dan Riyadh ketika kekuatan Barat menuntut jawaban atas kematian Khashoggi.
 
Putra mahkota telah mengecam pembunuhan itu sebagai 'menjijikkan' dan membantah keterlibatan dirinya.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id