Kematian Jamal Khashoggi

Arab Saudi Tolak Permohonan Ekstradisi Pembunuh Khashoggi

Willy Haryono 27 Oktober 2018 17:30 WIB
arab saudiJamal Khashoggi
Arab Saudi Tolak Permohonan Ekstradisi Pembunuh Khashoggi
Menlu Arab Saudi Adel al-Jubeir di New York, AS, 24 September 2018. (Foto: AFP/DON EMMERT)
Manama: Arab Saudi menolak permohonan Turki yang meminta ekstradisi 18 orang terkait pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Ini merupakan respons Riyadh dari seruan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang menilai 18 orang itu sebaiknya diekstradisi karena kejahatannya terjadi di Turki.

"Orang-orang yang dimaksud adalah warga Saudi. Mereka ditahan di Arab Saudi, dan penyelidikannya juga berjalan di Arab Saudi. Mereka juga akan diadili di Arab Saudi," tegas Menlu Adel al-Jubeir dalam sebuah forum pertahanan regional di Manama, Bahrain, Sabtu 27 Oktober 2018.

Khashoggi, 59, tinggal terasing di Amerika Serikat sejak 2017. Ia dinyatakan hilang usai memasuki Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober untuk mendapatkan sertifikat perceraian. 


Namun Khashoggi tak kunjung keluar dari konsulat. Turki menduga Khashoggi dibunuh, namun Arab Saudi dengan keras membantahnya.

Baca: Tunangan Jamal Khashoggi Tolak Undangan Trump

Sekitar dua bulan berselang, Arab Saudi akhirnya mengakui Khashoggi memang tewas di konsulat, namun akibat perkelahian. Turki dan sejumlah pihak tidak begitu saja memercayai keterangan Saudi.

Dalam pidato di Ankara, Erdogan menyebut pembunuhan Khashoggi sudah direncanakan berhari-hari. Jaksa Agung Arab Saudi yang datang ke Turki mengakui hal tersebut, setelah memeriksa sejumlah bukti yang dihadirkan otoritas Turki.

Erdogan kembali berpidato di Ankara dan mengatakan dirinya masih memiliki tambahan informasi mengenai Khashoggi. "Tapi kami merasa tidak perlu untuk terburu-buru (mengungkapkannya)," sebut Erdogan.

Seorang ahli dari Perserikatan Bangsa -Bangsa (PBB) menyebut pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi sebagai sebuah eksekusi di luar hukum. Dia menyerukan penyelidikan internasional.
 
"Bahkan Arab Saudi sendiri telah mengakui bahwa kejahatan itu direncanakan dan melibatkan pejabat negara," ujar Pelapor Khusus PBB tentang Eksekusi di Luar Hukum dan Eksekusi Sewenang-wenang, Agnes Callamard.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id