Khashoggi Hendak Ungkap Penggunaan Senjata Kimia Saudi
Jamal Khashoggi dikenal sebagai pengkritik keluarga Kerajaan Arab Saudi. (Foto: AFP).
London: Wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, bermaksud mengungkap rincian penggunaan senjata kimia terlarang di Arab Saudi dalam perang terhadap Yaman. Menurut sebuah laporan, itu beberapa hari sebelum dia dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul, Turki.
 
Baca juga: Rentetan Waktu Pembunuhan Jamal Khashoggi.
 
Tabloid Inggris Sunday Express melaporkan bahwa seorang teman akrab Khashoggi, yang berbicara dengan syarat tidak disebutkan namanya, mengatakan pada Sabtu malam bahwa ia akan memperoleh "bukti dokumenter" dari sahabatnya yang terbunuh. Demi membuktikan bahwa Riyadh telah memakai senjata kimia terlarang dalam agresi brutalnya terhadap Yaman.
 
"Saya bertemu dengannya sepekan sebelum kematiannya. Dia tidak bahagia dan dia khawatir," kata akademisi Timur Tengah itu, seperti dilansir dari Press TV, Senin 29 Oktober 2018.
 
"Akhirnya dia memberi tahu saya bahwa dia mendapatkan bukti Arab Saudi sudah menggunakan senjata kimia. Dia mengaku berharap mendapatkan bukti dokumenter," lanjut teman Khashoggi. Ia menambahkan, yang selanjutnya dia dengar, sahabatnya hilang.
 
Memimpin koalisi sekutunya, termasuk Uni Emirat Arab, Maroko, dan Sudan, Arab Saudi menginvasi Yaman pada Maret 2015. Upaya tersebut dilakukan demi mengembalikan kekuasaan Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi. Presiden Hadi diusir oleh kelompok pemberontak Houthi dan kini berlindung di Arab Saudi.
 
Lebih dari 15.000 warga Yaman sejauh ini terbunuh dan ribuan lainnya terluka. Perang yang pecah itu Yaman juga merusak infrastruktur negara itu, menghancurkan rumah sakit, sekolah, dan pabrik.
 
PBB mengatakan bahwa 22,2 juta warga Yaman sangat membutuhkan makanan, termasuk 8,4 juta terancam kelaparan parah. Menurut PBB, Yaman menderita kelaparan paling parah dalam lebih dari 100 tahun.
 
Sejak awal perang, Riyadh dituduh menggunakan senjata kimia terlarang ke tentara Yaman yang membela negara mereka melawan agresi dipimpin Arab Saudi. Sejumlah laporan menyebut amunisi fosfor putih disediakan Amerika Serikat yang dapat melukai dan membunuh dengan membakar hingga ke tulang.
 
Teman Khashoggi tidak berkata apakah fosfor putih itu adalah salah satu bahan kimia yang digunakan oleh Saudi terhadap Yaman. Tetapi Mingguan Inggris berspekulasi bahwa "kemungkinan besar" buruan wartawan yang dibunuh itu mengacu pada fosfor.
 
Baca juga: Arab Saudi Tolak Permohonan Ekstradisi Pembunuh Khashoggi.
 
Khashoggi, 59, seorang kritikus keras Pemerintah Arab Saudi, hidup di pengasingan di AS sejak 2017. Saat bersamaan, Arab Saudi melancarkan tindakan keras atas perbedaan pendapat. Dia berupaya mengurus dokumen untuk pernikahannya ketika dia memasuki konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober, tetapi tidak pernah keluar meskipun klaim awal Riyadh bahwa dia keluar dari sana kurang dari satu jam setelah masuk.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id