Menlu Retno Marsudi sampaikan pesan persahabatan kepada Iran dan Amerika Selatan. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta
Menlu Retno Marsudi sampaikan pesan persahabatan kepada Iran dan Amerika Selatan. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta

Kemenlu Bersiap Evakuasi WNI dari Iran

Internasional as-iran Qassem Soleimani
Marcheilla Ariesta • 07 Januari 2020 05:30
Jakarta: Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan seluruh perwakilan RI di Timur Tengah untuk memetakan sebaran Warga Negara Indonesia (WNI) di kawasan itu. Pemetaan WNI ini mengantisipasi proses evakuasi WNI lantaran meningginya eskalasi antara Iran dan Amerika Serikat.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pemetaan itu sementara dilakukan. Pemetaan mencakup jumlah WNI dan wilayah sebaran mereka.
 
"Kita menentukan level of emergency-nya. Itu pada stage berapa, 1, 2, atau 3. Karena kan masing-masing akan berbeda treatment-nya," tutur Retno di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin, 6 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Retno melanjutkan, setelah mengetahui level darurat, maka akan dicek kebutuhan logistik WNI. Jika dirasa perlu mengambil langkah evakuasi, Kemenlu akan mengecek rute teraman dan kesiapan evakuasi.
 
Menurutnya, langkah tersebut juga digunakan saat mengevakuasi WNI di Yaman. Dia menambahkan pemetaan tersebut sudah dilakukan beberapa kali dengan perwakilan RI di kawasan tersebut.
 
Evakuasi WNI perlu kerja sama dengan Kementerian Pertahanan dan pesawat dari TNI Angkatan Udara. KBRI, kata Retno, tidak bisa melakukan evakuasi sendiri.
 
"Ada tenaga bantuan dari pusat dan melibatkan kerja sama dengan banyak pihak," tuturnya.
 
Untuk mengetahui seberapa jauh ketegangan antara AS dan Iran, Menlu Retno telah memanggil duta besar kedua negara tersebut yang ada di Indonesia. Lewat pertemuan itu, Retno menyampaikan pesan damai dari Indonesia.
 
"Kita concern terhadap hubungan Iran dan AS saat ini, dan kita mengharapkan masing-masing pihak atau semua pihak yang terkait untuk menahan diri sehingga tidak terjadi eskalasi lebih lanjut," imbuh dia.
 
Retno menuturkan kepada kedua dubes bahwa jika terjadi eskalasi, hanya akan merugikan kedua pihak. Selain itu, membuat keamanan di kawasan tidak stabil, termasuk situasi ekonomi.
 
"Satu pesan kita untuk mengedepankan pesan damai, tapi mesin proteksi juga harus mulai jalan," seru Retno.
 
Ketegangan antara Iran dan AS semakin meninggi setelah Washington membunuh salah satu jenderal terkemuka Iran, Qassem Soleimani. Jenderal Soleimani tewas dalam serangan udara AS di Bandara Internasional Baghdad di Irak.
 
Kematian Soleimani membangkitkan amarah warga Iran dan para Muslim Syiah. Pemimpin Iran bahkan bersumpah untuk membalas dendam pada AS terkait kematian Soleimani.
 

(DMR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif