Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Abdul Salik Khan. Foto:Medcom.id/Sonya Michaella.
Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Abdul Salik Khan. Foto:Medcom.id/Sonya Michaella.

Dubes Pakistan: India Okupasi Kashmir

Internasional konflik india-pakistan konflik kashmir
Sonya Michaella • 14 Agustus 2019 12:49
Jakarta: Konflik Kashmir semakin menegang. Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Abdul Salik Khan menyebut India telah mengokupasi Kashmir.
 
Baca juga: Pakistan Ajak Organisasi Internasional Atasi Isu Kashmir.
 
“India telah mengokupasi Kashmir yang sebenarnya adalah wilayah yang berada di bawah resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kashmir bukan milik mana pun,” kata Khan, ketika ditemui di Kedutaan Besar Pakistan di Jakarta, Rabu 14 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Khan menambahkan, seharusnya warga Kashmir berhak memilih, apakah mereka akan bersama India atau Pakistan. India tidak diperbolehkan untuk mengklaim Kashmir adalah milik mereka.
 
“Beberapa area di Kashmir tertulis adalah milik Pakistan. Namun, India langsung mengklaim bahwa area tersebut milik mereka. PBB harus bertindak terkait ini,” ucap dia lagi.
 
Khan menegaskan, Pakistan akan terus mengajak PBB dan organisasi internasional lainnya untuk menyelesaikan kasus Kashmir ini, sehingga tidak ada korban jiwa yang jatuh akibat peperangan.
 
Sementara itu, Perdana Menteri India Narendra Modi muncul di media nasional untuk mempertahankan keputusannya mencabut status khusus wilayah Kashmir. Ia menyatakan "era baru" telah dimulai di Kashmir, dan sejumlah hal yang menghalangi perkembangan wilayah tersebut sudah disingkirkan.
 
Baca juga: Pakistan akan Lobi Indonesia di DK PBB Terkait Kashmir.
 
India memicu kontroversi usai menyatakan mencabut status khusus Kashmir yang diatur dalam Pasal 370 konstitusi negara. Lewat pencabutan itu, India menganggap Kashmir bukan lagi wilayah sengketa, namun bagian utuh dari negara.
 
Kashmir terbagi antara India dan Pakistan -- dua negara pemilik kekuatan nuklir -- sejak berakhirnya kekuasaan kolonial Inggris pada 1947. Tetapi kedua negara sama-sama mengklaim kawasan secara keseluruhan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif