Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Kim Jong-un bertemu di Zona Demiliterisasi (DMZ) Korut. (Foto: AFP).
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Kim Jong-un bertemu di Zona Demiliterisasi (DMZ) Korut. (Foto: AFP).

Korut Bangga Pertemuan Kim-Trump di Zona Demiliterisasi

Internasional Amerika Serikat-Korea Utara
Fajar Nugraha • 01 Juli 2019 06:57
Pyongyang: Korea Utara (Korut) pada Senin menggambarkan pertemuan akhir pekan antara pemimpinnya, Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Zona Demiliterisasi (DMZ). Pertemuan itu dianggap bersejarah dan luar biasa.
 
"Kedua pemimpin sepakat untuk melanjutkan dan mendorong dialog produktif untuk membuat terobosan baru dalam denuklirisasi semenanjung Korea," kata kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, seperti dikutip AFP, Senin, 1 Juli 2019.
 
Baca juga: Bertemu di DMZ, Trump dan Kim Mengobrol Santai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah undangan Twitter oleh Presiden AS pada Sabtu, kedua pria itu bertemu sehari kemudian di sebidang tanah yang telah membagi semenanjung selama 66 tahun sejak akhir Perang Korea.
 
Kim dan Trump berjabat tangan dengan di antara balok beton yang membagi Utara dan Selatan sebelum Trump berjalan beberapa langkah ke wilayah Pyongyang. Ini menjadikannya sebagai Presiden AS pertama yang menginjakkan kaki di tanah Korea Utara.
 
"Pemimpin Korea Utara dan AS berjabat tangan bersejarah di Panmunjom. Ini adalahperistiwa luar biasa," sebut KCNA, menggambarkan desa gencatan senjata sebagai "tempat yang dikenal sebagai simbol pembagian".
 
"Pertemuan itu berlangsung atas saran Trump," tambahnya.
 
Pertemuan dadakan di DMZ jelas dipenuhi dengan simbolisme. Melintasi perbatasan Korea Selatan menuju Korut, sempat dalam ketidakpastian hingga saat terakhir.
 
Pertemuan ini seperti layaknya pada pertemuan puncak pertama Kim dengan Presiden Korsel Moon Jae-in tahun lalu. Ketika pemimpin muda itu mengundang Presiden Korea Selatan untuk berjalan di atas Militer Garis Demarkasi, sebagai perbatasan yang dikenal secara resmi.
 
"Merupakan suatu kehormatan bahwa Anda meminta saya untuk melangkahi garis itu, dan saya bangga melangkahi garis itu," kata Trump kepada Kim.
 
Baca juga: Trump dan Kim Sepakat Lanjutkan Dialog Nuklir.
 
KCNA menggambarkannya sebagai momen bersejarah menandai pertama kalinya dalam sejarah Presiden AS yang berkuasa, menginjakkan kaki di tanah Korea Utara.
 
Para analis telah terpecah pada acara Minggu. Beberapa mengatakan mereka mendorong momentum baru ke dalam perundingan nuklir yang menemui jalan buntu, sementara yang lain menggambarkan pertemuan ini tak ubahnya sebuah acara 'reality show'.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif