Presiden AS Donald Trump (kiri) dan pemimpin Korut Kim Jong-un berpose untuk awak media di DMZ, Minggu 30 Juni 2019. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan pemimpin Korut Kim Jong-un berpose untuk awak media di DMZ, Minggu 30 Juni 2019. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

Bertemu di DMZ, Trump dan Kim Mengobrol Santai

Internasional korea utara Amerika Serikat-Korea Utara
Willy Haryono • 30 Juni 2019 14:44
Pyongyang: Presiden Amerika Serikat Donald Trump memasuki wilayah Korea Utara dan bertemu Kim Jong-un usai melewati Zona Demiliterisasi (DMZ), garis pemisah dua Korea, Minggu 30 Juni 2019. Ini merupakan kali pertamanya seorang presiden AS menginjakkan kaki di Korut.
 
Setelah saling berjabat tangan, Trump dan Kim berjalan santai di wilayah Korut sekitar DMZ. Setelah itu, keduanya bersama-sama melewati garis DMZ dan masuk ke wilayah Korea Selatan.
 
Trump dan Kim sempat berhenti sebentar di garis DMZ untuk memberikan kesempatan bagi para awak media yang ingin mengabadikan momen langka tersebut. Setelah itu, Presiden Korsel Moon Jae-in ikut bergabung dengan Trump dan Kim.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini merupakan hari yang indah bagi dunia, dan merupakan kehormatan bagi saya dapat berada di sini," ujar Trump kepada Kim, dilansir dari laman AFP. "Banyak hal-hal luar biasa yang telah terjadi," lanjutnya.
 
Kim membalas ucapan hangat Trump. "Saya yakin hubungan baik ini dapat membuat kita melewati segala rintangan di depan," ungkap Kim kepada Trump.
 
Menurut keduanya, pertemuan yang hanya disiapkan "dalam semalam" ini dapat terwujud karena faktor kedekatan.
 
Sebelumnya, undangan bertemu di DMZ telah dilayangkan Trump di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Osaka, Jepang. Kala itu, ia berharap dapat bertemu Kim di DMZ "untuk sekadar berjabat tangan atau mengucapkan halo."
 
Undangan Trump disambut baik pihak Korut, yang menilainya sebagai sesuatu yang "menarik." Indikasi pertemuan keduanya kian menguat setelah DMZ ditutup sementara untuk turis per hari ini.
 
Dua pertemuan sebelumnya antara Trump dan Kim tidak menghasilkan kesepakatan apapun terkait denuklirisasi. Hubungan kedua negara sempat merenggang, namun kembali menghangat usai Trump dan Kim saling berbalas surat.
 
DMZ adalah garis pemisah Korsel dan Korut usai berakhirnya Perang Korea 1950-53. Perang antara pasukan Korsel yang didukung koalisi AS melawan militer Korut dan Tiongkok berakhir dengan gencatan senjata.
 
Baca:Kim Jong-un Dilaporkan Lebih Sering Menyurati Trump
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif