Pengadilan Malaysia memutuskan untuk tidak membebaskan Doan Thi Huong. (Foto: AFP).
Pengadilan Malaysia memutuskan untuk tidak membebaskan Doan Thi Huong. (Foto: AFP).

Pengacara Doan Thi Huong Merasa Kliennya Diperlakukan Tak Adil

Internasional pembunuhan kim jong-nam
Marcheilla Ariesta • 14 Maret 2019 16:17
Shah Alam: Jaksa menolak permintaan terdakwa pelaku pembunuhan Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Doan Thi Huong, untuk dibebaskan. Melihat keputusan jaksa ini, pengacara Doan, Hisyam Teh mengaku kecewa.
 
Baca juga: Doan Thi Huong Beda Nasib dengan Siti Aisyah.
 
"Itu tidak memperlihatkan sistem peradilan pidana yang baik. Ada diskriminasi yang lebih memihak satu daripada yang lain," kata Hisyam di Pengadilan Tinggi Shah Alam, seperti dilansir dari laman The New York Times, Kamis 14 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hisyam meminta agar kliennya dibebaskan seperti Siti Aisyah asal Indonesia. Siti Aisyah dicabut tuntutannya pada Senin 11 Maret lalu.
 
Bersama Siti Aisyah, Thi Huong menjadi terduga pembunuh kakak tiri Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, Kim Jong Nam, pada 13 Februari 2017.
 
Doan Thi Huong menangis saat jaksa mengumumkan jaksa agung telah menolak permintaan untuk membebaskannya dan persidangan akan dilanjutkan. Dia sudah diadili selama satu setengah tahun atas pembunuhan Kim Jong Nam di bandara Kuala Lumpur 2017.
 
Pembatalan tuntutan terhadap Siti Aisyah membangkitkan harapan bahwa Doan juga mungkin bisa bebas dalam waktu dekat. Namun, terdakwa asal Vietnam itu akhirnya menelan pil pahit.
 
Dia keluar dari pengadilan dibantu dua petugas polisi. Kepada wartawan dia mengaku tertekan. "Saya tertekan. Saya tidak bersalah. Saya ingin keluarga saya berdoa untuk saya," cetusnya.
 
Baca juga: Vietnam Minta Malaysia Bebaskan Doan Thi Huong.
 
Sementara itu, Hisyam mengajukan tawaran kedua untuk mebatalkan dakwaan terhadap kliennya. Dia mengaku gagal membebaskannya usai pembebasan Aisyah.
 
Kedua wanita itu selalu membantah pembunuhan. Seraya berkilah mereka ditipu oleh mata-mata Korea Utara supaya melakukan serangan gaya Perang Dingin yang mengejutkan dunia memakai gas saraf yang sangat beracun. Mereka percaya itu hanya lelucon untuk sebuah acara TV.
 
Pengacara menyatakan mereka sebagai kambing hitam dan mengatakan para pembunuh sebenarnya adalah empat warga Korut, yang dicurigai sebagai dalang di balik komplotan itu. Tetapi keempatnya melarikan diri dari Malaysia tak lama setelah pembunuhan.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi