Brimob dan Marinir dikerahkan halau massa anarkis Kemanggisan. (Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.)
Brimob dan Marinir dikerahkan halau massa anarkis Kemanggisan. (Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.)

Demo 22 Mei Ricuh, Tak Ada Kedubes Asing yang Khawatir

Internasional kemenlu Demo Massa Penolak Pemilu
Marcheilla Ariesta • 23 Mei 2019 07:10
Jakarta: Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan tidak ada negara yang menyampaikan concern mereka mengenai situasi yang terjadi di Jakarta saat ini. Pasalnya, massa yang berdemo menolak hasil pemilihan umum ricuh.
 
Baca juga: Media Asing Soroti Kericuhan Protes Hasil Pemilu RI.
 
"Tidak ada (keprihatinan). Setelah pengumuman Komisi Pemilihan Umum (KPU) kemarin justru banyak negara yang menyampaikan selamat kepada Bapak Presiden Jokowi," kata Arrmanatha di Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Begitu KPU mengeluarkan pengumuman mengenai hasil resmi Pemilu 2019, banyak kepala negara asing yang menyampaikan selamat kepada Presiden Joko Widodo lewat surat.
 
"Biasanya ucapan selamat itu bertahap. Biasanya paling cepat adalah melalui Twitter atau media sosial," tuturnya.
 
Arrmanatha mendata beberapa negara yang mengirimkan ucapan selamat kepada Jokowi melalui surat dan Twitter. Yang melalui surat diplomatik dari Amerika Serikat (AS), Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Rusia, Singapura dan Vietnam.
 
Untuk ucapan selamat lewat Twitter, ada Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, Pangeran Mohamed bin Salman Abdulaziz Al Saud, Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, dan Perdana Menteri India Narendra Modi yang menggunakan bahasa Indonesia. Ada pula Qatar, serta Kuwait dan Lithuania yang mengucapkan selamat lewat media pemerintah mereka.
 
Baca juga: Senandung Selawat Redakan Kericuhan di Slipi.
 
"Jadi ini menunjukkan pengumuman dari KPU sudah diterima oleh mereka sebagai pengumuman resmi dan final," seru Arrmanatha.
 
Selain itu, keterlibatan observer dari berbagai negara dan organisasi internasional dinilai sangat membantu meningkatkan legitimasi internasional terhadap Pemilu di RI. Ada sekitar 90 observer dari berbagai negara san organisasi internasional yang memantau Pemilu 2019 di Indonesia.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif