Massa ricuh di depan kantor Bawaslu. (Foto: ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA).
Massa ricuh di depan kantor Bawaslu. (Foto: ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA).

Media Asing Soroti Kericuhan Protes Hasil Pemilu RI

Internasional Demo Massa Penolak Pemilu
Marcheilla Ariesta • 22 Mei 2019 11:13
Jakarta: Media asing menyoroti kericuhan protes hasil pemilihan umum yang terjadi di Indonesia. Sejumlah media seperti Aljazeera, Channel News Asia, The Straits Times, VOA News, SBS, dan lain sebagainya memberitakan kericuhan yang terjadi di ibu kota Jakarta.
 
"Polisi Indonesia telah menembakkan gas air mata untuk membubarkan demonstran di Jakarta Pusat, setelah para pendukung calon presiden, Prabowo Subianto, mulai membakar kendaraan dan melempari petugas dengan batu," demikian laporan Aljazeera, Rabu, 22 Mei 2019.
 
Sementara itu, laman Channel News Asia melaporkan awal demonstrasi berakhir damai. Namun Polri menembakkan gas air mata ketika beberapa pendemo melemparkan kembang api dan benda-benda lainnya ke petugas antihuru-hara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:Kericuhan Ulah Provokator
 
Mereka melaporkan Polri menangkap setidaknya 20 orang yang dituding sebagai provokator kerusuhan.
 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa kemarin mengumumkan hasil penghitungan resmi pemilu 2019. Pasangan presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin menang dengan perolehan 55,5 persen.
 
Suara Jokowi mengalahkan lawannya, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang hanya mendapat suara sebanyak 44,5 persen.
 
Baca juga:Massa Aksi di Bawaslu Dibubarkan Polisi
 
Prabowo merupakan seorang pensiunan jenderal yang dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Dia menyatakan kecurangan yang meluas dalam pemilihan umum 17 April lalu.
 
Namun, tidak ada bukti yang dapat dipercaya untuk mendukung tuduhannya. Sementara itu, penasihat hukum tim kampanyernya mengatakan Prabowo akan mengajukan tututan formal untuk hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi.
 
Hingga saat ini, polisi masih berjaga-jaga di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan KPU.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif