Puing-puing berserakan di jalan Kota Kolombo, Sri Lanka usai ledakan bom bunuh diri 21 April 2019. (Foto: AFP).
Puing-puing berserakan di jalan Kota Kolombo, Sri Lanka usai ledakan bom bunuh diri 21 April 2019. (Foto: AFP).

Satu Pengebom Sri Lanka Terpapar Radikalisme di Australia

Internasional Ledakan Sri Lanka
Fajar Nugraha • 26 April 2019 18:45
Kolombo: Salah seorang pelaku pengeboman bunuh diri di Sri Lanka, diketahui terpapar radikalisme di Australia. Fakta ini disampaikan adik perempuan pelaku.
 
Baca juga: Jumlah Korban Tewas Bom Sri Lanka Direvisi Jadi 253 Orang.
 
Abdul Lathief Jameel Mohamed awalnya menargetkan serangan di Hotel Taj Samudra di Kalombo pada 21 April. Tetapi rompi berisi bom yang dikenakkan gagal meledak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pria berusia 36 tahun itu kemudian kembali ke rumah persembunyiannya untuk memperbaiki alat bomnya. Kemudian Mohammed meledakkan bom itu di sebuah wisma di dekat kebun binatang Kolombo dan menewaskan dua orang. Jika melakukan di target pertama, kemungkinan jumlah korban akan lebih banyak lagi.
 
“Setelah ditelusuri dan wawancara dengan adik perempuannya, Mohammed terpapar terorisme sewaktu menghabiskan waktu berdomisili di Melbourne. Dia diketahui memiliki hubungan dengan anggota Islamic State (ISIS) asal Australia, Neil Prakash,” lapor the Times, Jumat, 26 April 2019.
 
Sebagai seorang pelajar, Mohammed belajar teknik aerospace di Universitas Kingston di London dari 2006 hingga 2007, sebelum melakukan perjalanan ke Melbourne untuk mendapatkan gelar pascasarjana.
 
Keberadaan Mohammed diakui oleh Perdana Menteri Scott Morrison. Morrison membenarkan salah satu penyerang Sri Lanka menghabiskan waktu di Australia dengan visa pelajar dan pascasarjana yang terampil, berangkat pada 2013.
 
Laporan Australia bahwa Mohamed sebelumnya adalah salah satu subjek penyelidikan terorisme oleh otoritas keamanan Australia setelah intelijen muncul menghubungkannya dengan Prakash, 27.
 
Prakash, yang lahir di Melbourne, dikenal karena perannya dalam video propaganda ISIS yang mendesak kaum muda Muslim untuk memerangi Barat. Berbicara dalam bahasa Inggris dengan bendera ISIS terlihat di belakangnya, ia mendorong serangan di Australia dan memuji serangan pisau terhadap dua petugas polisi oleh Numan Haider yang berusia 18 tahun. Kewarganegaraan Australia-nya dicabut pada Desember dan dia tetap di penjara Turki menunggu persidangan karena pelanggaran terorisme.
 
Baca juga: Potensi Serangan di Sri Lanka Masih Besar.
 
Tidak diketahui berapa banyak kontak yang dimiliki antara keduanya, tetapi menurut The Australian, setidaknya ada tautan "online" di antara mereka. Tidak ada bukti bahwa Mohamed dan Prakash saling kenal ketika mereka berdua di Melbourne.
 
Saudari Mohamed, Samsul Hidaya mengatakan kepada Mail Online, “Dia kembali ke Sri Lanka penuh amarah dan benar-benar gila. Dia memarahi kerabat karena memotong janggut mereka. Dirnya telah mengembangkan pandangan agama yang ekstrem dan menarik diri,”.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif