Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam Debat Capres Keempat, Sabtu 30 Maret 2019. (Foto: Media Indonesia).
Capres nomor urut 01 Joko Widodo dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam Debat Capres Keempat, Sabtu 30 Maret 2019. (Foto: Media Indonesia).

Prioritas Kebijakan Luar Negeri Jokowi Dinilai Berubah

Internasional debat capres cawapres kemenlu diplomasi luar negeri
Marcheilla Ariesta • 01 April 2019 18:33
Jakarta: Presiden Joko Widodo dinilai memiliki prioritas kebijakan luar negeri yang berbeda dari saat kampanye pemilihan presiden 2014 lalu. Sebagai calon presiden petahana, Jokowi menggeser kebijakan luar negerinya dari poros maritim ke perdagangan.
 
Baca juga: Tiga Fokus Diplomasi Indonesia untuk 5 Tahun ke Depan.
 
"Paslon 01, realitas geopolitiknya telah bergeser. Tahun 2014, beliau bicara soal poros maritim dunia, namun sepertinya setelah jalan lima tahun mengalami pergeseran," kata Ketua Departemen Hubungan Internasional Center for Strategic and International Studies (CSIS) Shafiah Muhibat dalam Forum Diskusi Seri Pemilu 2019, di Auditorium CSIS, Jakarta, Senin 1 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Shafiah menuturkan Jokowi juga saat ini lebih condong ke teknologi, terutama ke ranah cyber. Ini dinilai dari ucapannya yang menggunakan istilah 'fast and small states'.
 
Sementara itu, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menggarisbawahi bahwa supremasi kekuatan militer penting dalam hubungan internasional. "Dia lebih mementingkan kekuatan militer daripada kekuatan diplomasi," imbuh Shafiah.
 
Pada pemilihan presiden 2014 lalu, Presiden Jokowi memprioritaskan Indonesia sebagai poros maritim untuk kebijakan luar negerinya. Padahal, permasalahan maritim masih menjadi salah satu masalah inti di komunitas internasional.
 
Baca juga: Dunia Percaya Indonesia Berperan Ciptakan Perdamaian.
 
Sejumlah isu maritim yang masih menjadi topik hangat hingga saat ini, seperti Laut China Selatan. Meski demikian, Jokowi masih sempat menyinggung soal penjagaan ketat batas-batas Indonesia di Natuna dan Morotai.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif