NEWSTICKER
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama Pemimpin Redaksi Medcom.id, Abdul Kohar dalam program Newsmaker. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama Pemimpin Redaksi Medcom.id, Abdul Kohar dalam program Newsmaker. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).

Wawancara Khusus Menlu Retno Marsudi

Tiga Fokus Diplomasi Indonesia untuk 5 Tahun ke Depan

Internasional diplomasi luar negeri menlu retno lp marsudi indo-pasifik
Willy Haryono • 30 Maret 2019 17:10
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia masih akan terus menjalankan kebijakan luar negeri saat ini untuk lima tahun ke depan, dengan beberapa hal yang akan menjadi fokus.
 
Terdapat tiga fokus utama, yakni konsep Indo-Pasifik, diplomasi perdamaian dan juga kebijakan politik luar negeri yang bermartabat. Kepada Medcom.id pada 28 Maret 2019, Menlu Retno Marsudi memaparkan tiga fokus tersebut.
 
"Kita masih harus menyelesaikan konsep yang sudah diinisiasi Indonesia, yakni konsep Indo-Pasifik. Ini adalah konsep besar yang baru pekan lalu kita bisa mendudukkan 18 negara sekaligus," kata Menlu Retno di kediamannya di Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski menyadari proses Indo-Pasifik ini masih lama, Menlu Retno menegaskan konsep tersebut harus terus dikawal. Digelarnya pertemuan konsep Indo-Pasifik di Jakarta dinilai Menlu Retno sebagai pengakuan global terhadap Indonesia.
 
"Ini salah satu pengakuan dari negara-negara besar rermasuk Amerika Serikat, Australia, India, Tiongkok. Bahwasanya mereka ber-18 bisa duduk bersama. Itu sudah merupakan pengakuan terhadap Indonesia," ungkap Menlu Retno.
 
Sementara mengenai diplomasi perdamaian, Menlu Retno memprediksi jumlah konflik di dunia tidak akan menjadi lebih sedikit. Untuk menyikapinya, Menlu Retno menginginkan Indonesia berkontribusi terhadap penyelesaian beragam konflik tersebut.
 
"Indonesia harus terus berkomitmen untuk menjadi bagian dari penyelesaian masalah dunia, bukan bagian dari masalah dunia," tegasnya.
 
Fokus ketiga adalah mengenai kebijakan politik luar negeri yang bermartabat. Maksud dari pernyataan ini adalah, lanjut Menlu Retno, kebijakan yang dihormati sekaligus dapat memperjuangkan langsung kepentingan rakyat.
 
Bagi Menlu Retno, diplomasi itu harus langsung dirasakan semua elemen masyarakat. "Sudah bukan saatnya lagi politik luar negeri itu mengawang di angkasa dan rakyat kita tidak tahu apa-apa," sebut Menlu Retno.
 
"Jadi biarlah rakyat merasakan apa yang dilakukan para diplomat Indonesia," pungkasnya.
 
Baca:Indonesia Dorong OKI Bersatu Demi Perdamaian Timur Tengah
 

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif