NEWSTICKER
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi jelaskan peran Indonesia dalam perdamaian dunia. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi jelaskan peran Indonesia dalam perdamaian dunia. (Foto: Fajar Nugraha/Medcom.id).

Wawancara Khusus Menlu Retno Marsudi

Dunia Percaya Indonesia Berperan Ciptakan Perdamaian

Internasional menlu retno lp marsudi
Fajar Nugraha • 30 Maret 2019 09:57
Jakarta: Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dan resmi bertugas sejak Januari 2019. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menceritakan betapa pentingnya keanggotaan tersebut untuk Indonesia.
 
Kepada Medcom.idpada 28 Maret 2019, Menlu Retno menuturkan bahwa tugas ini merupakan bentuk kepercayaan dunia kepada Indonesia dalam hal upaya menciptakan perdamaian dunia.
 
“Semua ini proses yang dimulai panjang hingga sampai di titik 8 Juni tahun lalu, dimana kita kemudian mendapatkan dukungan dari 144 negara dari 190 negara. Ini merupakan satu kerja panjang yang jelas dlebih dari 2 tahun kita kampanye, melobi,” ujar Menlu Retno Marsudi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tetapi ini adalah kerja dari seluruh anak bangsa. Karena tidak hanya diplomat yang bekerja, tetapi juga kerja seluruh anak bangsa karena dibantu oleh banyak sekali orang dengan profesi masing-masing,” jelasnya.
 
Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Norwegia menyebutkan banyak pihak yang terlibat dalam terpilihnya Indonesia di DK PBB. Seperti contoh, dari DPR misalnya. Ketika mereka bertemu dengan parlemen di negara-negara manapun mereka juga selalu menekankan mengenai permintaan dukungan tersebut. “Jadi sekali lagi ini kesempatan yang baik juga saya mengucapkan terima kasih,” sebut Menlu.
 
“Karena pada saat kita kompak memperjuangkan sesuatu, maka memang hasilnya jauh lebih baik daripada kita terpisah-pisah memperjuangkannya,” tegasnya.
 
Posisi anggota DK PBB jelas sangat prestise karena diperebutkan oleh semua bangsa. 15 anggota DK PBB (terdiri dari) lima anggota tetap dan 10 anggota yang dipilih setiap dua tahun. Semua negara pun berpacu dan persaingannya sangat-sangat ketat, sehingga kerjanya sangat keras untuk mecapai titik itu, menurut Menlu.
 
Satu hal yang sangat penting juga adalah ketika Indonesia masuk di dalam keanggotaan DK PBB. Pada saat Indonesia berada di dalam dewan keamanan, berarti secara langsung negara ini dapat memberikan kontribusi bagi upaya penciptaan perdamaian dunia.
 
“Saya berikan contoh, pada saat Christchurch mendapat serangan teroris, maka langsung Indonesia di dewan keamanan kita bergerak bersama dengan kuwait mengusulkan bahwa DK PBB mengeluarkan press statement untuk mengutuk aksi terorisme tersebut dan kemudian disetujui oleh semua negara,” tutur Menlu.
 
Contoh lain adalah pada saat diskusi mengenai perpanjangan mandat UN Nation in Afghanistan (UNAMA). Indonesia menilai bahwa mandat itu perlu diperpanjang karena kita ingin memastikan bahwa upaya untuk menciptakan perdamaian di Afghanistan dilingkupi suasana atau environment yang kondusif. Bersama dengan Jerman, Indonesia pun sebagai co-penholders untuk isu perpanjangan misi unama itu langsung bergerak dan kemudian juga akhirnya disepakati.
 
“Jadi secara langsung kita bisa memberikan kontribusi di dalam upaya untuk menciptakan perdamaian dunia, karena kita banyak sekali yang sudah dilakukan terutama diplomasi perdamaian, diplomasi kemanusian kita yang sangat tebal dan sangat dihargai. Alhamdulillah dihargai oleh negara-negara lain. Sebenarnya satu niatan kita adalah memberikan kontribusi,” ucap Menlu perempuan pertama Indonesia itu.
 
Adanya dukungan 144 dari 190 negara untuk Indonesia merupakan bentuk kepercayaan yang besar bagi Indonesia. Menurut mantan Dubes RI untuk Belanda itu, kepercayaan pasti, karena tidak mungkin orang memilih satu negara yang tidak dipercayai. Setelah kepercayaan muncul tanggung jawab dan tanggung jawab. Tanggung jawab ini yang ditekankan oleh Menlu Retno bahwa Pemerintah Indonesia akan tunaikan sebaik mungkin.
 
Tetapi menlu menyadari bahwa tantangan tidak sedikit. Dunia saat ini banyak terjadi rivalitas, banyak sekali ketidakpastian kemudian nilai-nilai multilateralisme sedang tergerus. Dunia pun dihadapkan pada situasi yang sangat rumit dan tetapi pada kondisi ini Indonesia menunjukkan bahwa ’iya ini Indonesia, kita memiliki posisi, selalu kita menghormati prinsip-prinsip UN Charter’.
 
Satu hal jelas adalah pada saat Indonesia duduk di DK PBB tidak hanya memperjuangkan kepentingan nasional, karena membawa juga suara dari negara-negara berkembang, suara dari negara-negara Muslim, suara dari negara-negara kepulauan kecil. Kondisi betul-betul harus memerlukan satu ramuan yang tepat sehingga Indonesia bisa berdiri tegak bermartabat menjalankan diplomasi di DK PBB.
 
Selengkapnya saksikan video wawancaranya di Newsmaker Medcom ID di kanal YouTube dan Facebook. Newsmaker episode "Jurus Diplomasi RI ala Retno Marsudi"
YouTube:https://bit.ly/2CExttR
Facebook:https://bit.ly/2HZZwI0
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif