Mahathir Pertanyakan Dana PM Najib saat Beri Hadiah ke Warga
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohammad usai memberikan suara (Foto: AFP).
Langkawi: Pemimpin oposisi Pakatan Harapan Mahathir Mohamad mempertanyakan sumber keuangan yang digunakan oleh Perdana Menteri Najib Razak yang membagikan hadiah kepada rakyat sehari sebelum pemungutan suara Pemilu Malaysia berlangsung.
 
(Baca: Mahathir Kunjungi TPS Basis Najib di Langkawi).
 
"Artinya, dia untuk banyak hadiah, dia memotong pajak, menghabiskan banyak uang untuknya," ujar Mahathir, seperti dikutip Malaysia Kini, Rabu 9 Mei 2018.
 
"Dia tidak mengumpulkan pajak dan dia ingin menghabiskan lebih banyak uang daripada yang bisa dia dapatkan. Dia ingin meminjam, (atau) dia ingin menjual negara," katanya kepada para wartawan di Langkawi Community College.
 
Mahathir mengatakan ini ketika diminta untuk mengomentari janji Najib melalui pidato khususnya memberikan potongan pajak untuk warga di bawah usia 26 tahun dan juga penambahan dua hari libur tambahan. Janji ini akan diberikan kepada warga jika Barisan Nasional bisa memenangkan pemilu dari pihak opsosisi.
 
Adapun keringanan pajak penghasilan untuk orang-orang di bawah usia 26 dan tarif tol tidak dikenakan biaya selama lima hari, diberikan pada perayaan Idul Fitri 2018.
 
Sementara ketika ditanya apakah ponselnya diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab seperti yang terjadi pada pemimpin oposisi lainnya, Mahathir mengakui hal tersebut.
 
"Ya (ada telepon) Tidak (diretas)," katanya singkat.
 
(Baca: Malaysia Konfirmasi Ada Serangan Spam saat Pemilu).
 
Mahathir sebelumnya telah mengunjungi pusat pemungutan suara di Sekolah Kebangsaan Teriang dan Chenang Community College untuk melihat jumlah pemilih yang keluar pagi ini.
 
Saat berada di Chenang Community College, beberapa pemilih yang menyanyikan lagu Mahathir dan memuji kehadiran Ketua Pakatan Harapan itu.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360