Ketua Departemen Hubungan Internasional Center for Strategic and International Studies (CSIS) Shafiah Muhibat. (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).
Ketua Departemen Hubungan Internasional Center for Strategic and International Studies (CSIS) Shafiah Muhibat. (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).

Politik Luar Negeri RI akan Tetap Bebas Aktif

Internasional kemenlu diplomasi luar negeri
Marcheilla Ariesta • 01 April 2019 17:39
Jakarta: Politik luar negeri Indonesia akan terus bebas dan aktif siapapun pemimpinnya. Pasalnya dalam debat keempat Pilpres 2019, kedua calon presiden tidak berniat mengganti prinsip kebijakan luar negeri Indonesia tersebut.
 
Baca juga: Tiga Fokus Diplomasi Indonesia untuk 5 Tahun ke Depan.
 
"Saya kira siapa pun nanti yang menjadi presidennya, prinsip politik luar negerinya tetap sama, yaitu bebas dan aktif, kata Ketua Departemen Hubungan Internasional Center for Strategic and International Studies (CSIS) Shafiah Muhibat dalam Forum Diskusi Seri Pemilu 2019, di Auditorium CSIS, Jakarta, Senin 1 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Walaupun demikian, Shafiah mengakui adanya perbedaan pandangan untuk isu politik luar negeri. Dia menuturkan calon presiden petahana Joko Widodo lebiih banyak mengemukakan isu mengenai hubungan perdagangan yang baik, sementara calon presiden nomor urut 02 lebih menekankan pada pertahanan.
 
"Kalau melihat debat kemarin, capres 01 lebih banyak mengemukakan isu mengenai hubungan perdagangan yang baik dan sebagainya. Itu berarti lebih mencari celah bagaimana Indonesia bisa menjalani hubungan baik dengan luar negeri," tuturnya.
 
"Sementara kalau capres 02, saya melihat prioritasnya adalah menjaga keutuhan wilayah, dia ingin agar dapat melindungi negara dari serangan luar," imbuhnya.
 
Menurut Shafiah, hal itu tak menjadi masalah. Meski pun pendekatannya berbeda, namun dia melihat keduanya menginginkan relasi yang baik dengan negara luar.
 
"Saya tidak bisa mengatakan mana yang lebih baik, karena banyak negara di dunia yang juga memiliki pendekatan yang berbeda-beda seperti itu," serunya.
 
Dia menambahkan tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi ke depannya, karena kebijakan luar negeri sifatnya berkesinambungan.
 
"Saya lihat tidak akan ada perubahan signifikan besar-besaran terhadap kebijakan politik luar negeri Indonesia, tetap bebas aktif. Namun, untuk pendekatan ke isu-isu tertentu, itu nanti yang akan menarik kita lihat," pungkasnya.
 
Baca juga: Indonesia Menjadi Tumpuan Perjuangan Palestina.
 
Sejak awal kemerdekaan hingga saat ini, politik luar negeri yang dianut Indonesia adalah poitik luar negeri bebas aktif. Politik ini terbukti tepat untuk menjalin hubungan baik dan saling menghormati negara-negara lain.
 
Bebas berarti Indonesia tidak terikat atau berpihak pada negara atau kepentingan mana pun, sehingga berhak penuh menentikan sikap sendiri dalam menanggapi kejadian atau masalah internasional.
 
Sementara itu, aktif berarti Indonesia secara aktif turut serta dalam menjaga ketertiba dan perdamaian dunia dengan tetap menghormati kedaulatan negara lain.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif