Pertemuan bilateral Menlu Retno Marsudi dengan Deputi PM Selandia Baru Winston Peters di Auckland, 12 Juli 2019. (Foto: Dok. Kemenlu RI).
Pertemuan bilateral Menlu Retno Marsudi dengan Deputi PM Selandia Baru Winston Peters di Auckland, 12 Juli 2019. (Foto: Dok. Kemenlu RI).

Memperkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Selandia Baru

Internasional indonesia-selandia baru
Fajar Nugraha • 12 Juli 2019 11:52
Auckland: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri/Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters di Auckland pada 12 Juli 2019.
 
Baca juga: Indonesia Pererat Persahabatan dengan Gelar Pacific Expo.
 
Hubungan bilateral kedua negara menjadi fokus pertemuan ini. Termasuk juga penyelenggaraan Pacific Exposition 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Saya memberikan apresiasi atas kerja sama Selandia Baru dalam penyelenggaraan Pacific Exposition 2019,” sebut Menlu Retno, melalui akun Twitternya, Jumat, 12 Juli 2019.
 
Indonesia juga menantikan pertemuan Komisi Bersama ketiga atau 3rd Joint Commission Meeting dengan Selandia Baru. Rencananya pertemuan itu akan berlangsung tahun ini.
 
“Kami menggarisbawahi pentingnya untuk merampungkan rencana kerja dari Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia-Selandia Baru,” imbuh Menlu.
 
Selain itu, Indonesia juga meminta dukungan Selandia Baru sebagai kandidat duduk di Dewan HAM PBB periode 2020-2022.
 
Bersama Menlu Peters dan Menlu Australia Marise Payne, Menlu Retno menghadiri Pacific Exposition 2019. Pertemuan ini juga akan dihadiri oleh sejumlah menteri RI, yaitu Menko PMK, Menpar, Mendikbud, Menteri BUMN, dan anggota-anggota DPR-RI serta Kepala BKPM.
 
Baca juga: Kembangkan Pariwisata, Indonesia Perluas Konektivitas Pasifik.
 
Turut berpartisipasi adalahpejabat tinggi daerah Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Maluku Utara. Berbagai institusi terkait dan parlemen negara Pasifik yang menangani bidang pariwisata, kebudayaan, dan perdagangan juga mendukung kegiatan ini, termasuk dari Indonesia yaitu Kemkominfo RI, Bekraf RI, dan BNP2TKI.
 
“Forum Pasifik ini adalah yang pertama kali dilakukan. Kita membangun momentum keterikatan satu sama lain dan persaudaraan dengan sesama negara dan teritori Pasifik,” sebut Menlu Retno dalam pernyataannya, Kamis 11 Juli 2019.
 
Rangkaian kegiatan ini juga bertujuan untuk mempercepat peningkatan kerja sama kawasan bidang ekonomi, pariwisata dan budaya. Forum ini merupakan kerja sama dengan Australia dan Selandia Baru dan akan dihadiri oleh seluruh 20 negara dan teritori di Pasifik Selatan.
 
Turut berpartisipasi dalam pertemuan ini adalah pejabat tinggi daerah Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Maluku Utara. Berbagai institusi terkait dan parlemen negara Pasifik yang menangani bidang pariwisata, kebudayaan, dan perdagangan juga mendukung kegiatan ini, termasuk dari Indonesia yaitu Kemkominfo RI, Bekraf RI, dan BNP2TKI.
 
“Ini wujud konkret arahan Presiden untuk meningkatkan interaksi aktif dengan negara dan teritori di Pasifik" jelas Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru merangkap Kerajaan Tonga dan Samoa, Tantowi Yahya.
 
Lebih dari 100 perusahaan akan ikut dalam Forum Bisnis dan Investasi Pasifik untuk memanfaatkan potensi ekonomi kawasan dengan GDP US$ 2,6 trillun dan 300 juta penduduk. Beberapa perusahaan Indonesia antara lain Pertamina, Inalum, Garuda Indonesia, Telkomsel, serta BUMN perbankan.
 
Pacific Exposition akan diisi dengan Forum Pariwisata, Forum Bisnis dan Investasi pada 12 Juli, Forum Budaya Pasifik di tanggal 13 Juli dan Festival Seni dan Budaya Pasifik pada 12 -14 Juli serta diakhiri oleh konser besar Sound of the Pacific pada 13-14 Juli.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif