Jumpa pers Pacific Exposition di Auckland, Selandia Baru. (Foto: Istimewa).
Jumpa pers Pacific Exposition di Auckland, Selandia Baru. (Foto: Istimewa).

Indonesia Pererat Persahabatan dengan Gelar Pacific Expo

Internasional indonesia-pasifik
Marcheilla Ariesta • 11 Juli 2019 17:04
Auckland: Indonesia menggelar Pacific Exposition di Auckland, Selandia Baru. Pertemuan ini dihadiri 20 negara, bertujuan untuk mempererat persahabatan antara Indonesia dengan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan.
 
"Ini pertama kalinya Indonesia dengan keluarga besar Pasifik membicarakan potensi dan kerja sama apa yang bisa kita lakukan. Selama ini kita belum pernah duduk bersama membicarakan potensi dan kerja sama," tutur Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, di Auckland, Selandia Baru, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Menurut Retno, ini adalah kali pertama Indonesia mencoba membangun momentum keterikatan persaudaraan dengan negara-negara di Pasifik. Ini tertuang dalam tema kegiatan, yakni 'Creating Pacific Momentum'.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan kegiatan ini, Indonesia ingin berusaha menghubungan titik satu ke lainnya. "Kita jalin, kita wujudkan dalam kerja sama yang sifatnya lebih konkret," imbuh dia.
 
Kegiatan ini dilakukan dari 11 hingga 14 Juli 2019. Beberapa isu yang dibahas dalam Pacific Exposition ini adalah perdagangan, investasi dan pariwisata.
 
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Desra Percaya mengatakan sebelum diselenggarakan Pacific Exposition, ada kegiatan Indonesia-South Pacific Forum (ISPF) yang digelar pada Maret lalu. Semenjak ISPF, hubungan antara Indonesia dan negara-negara Pasifik semakin dekat.
 
"Dalam pertemuan akan ada kesepakatan, joint communique yang akan meng-address community challenges yang akan dihadapi, khususnya perubahan iklim, sampah plastik, dan lain sebagainya," imbuh dia.
 
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengatakan pertemuan dilakukan di Auckland karena merupakan 'ibu kota' bagi negara-negara Pasifik. Pencetus Pasific Exposition ini juga menuturkan masalah konektivitas menjadi kendala jika kegiatan ini dilakukan di luar Auckland.
 
"Karenanya, kita (Indonesia) datang ke sini memberikan solusi terhadap masalah utama yang ada di Pasifik," pungkas dia.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif