Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bersama dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat pertemuan di Singapura Juni 2018 lalu. (Foto: AFP).
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bersama dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat pertemuan di Singapura Juni 2018 lalu. (Foto: AFP).

Perang Korea Kemungkinan Diumumkan Berakhir pada KTT Hanoi

Internasional korsel-korut Amerika Serikat-Korea Utara
Fajar Nugraha • 25 Februari 2019 17:37
Seoul: Pertemuan tingkat tinggi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, diperkirakan akan mengumumkan secara resmi berakhirnya Perang Korea.
 
Harapan bahwa Trump dan Kim Jong-un akan secara formal mengumumkan berakhirnya Perang Korea 1950-53, diungkapkan setelah pihak Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa kedua pemimpin bisa mencapai sebuah kesepakatan.
 
Baca juga: Stasiun Vietnam Ditutup Jelang Kedatangan Kim Jong-un.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Korsel dan Korut pada dasarnya masih dalam gencatan senjata. Usai perang 1950-53, kedua negara belum menandatangani kesepakatan damai yang secara resmi mengakhiri perang.
 
“Saya yakin kemungkinan (kesepakata damai) itu bisa terwujud,” ujar Juru Bicara Kepresidenan Korea Selatan, Kim Eui-kyeom, seperti dikutip AFP, Senin, 25 Februari 2019.
 
“Tidak ada yang tahu deklarasi apa yang akan diumumkan, tetapi saya yakin AS dan Korut akan mencapai sebuah kesepakatan,” jelasnya.
 
Presiden Korsel Moon Jae-in pada Oktober 2018 lalu mengatakan, ‘hanya tinggal menunggu waktu sebelum Amerika Serikat dan Korea Utara mencapai kesepakatan’.
 
Sementara pihak Amerika sendiri menyuarakan nada positif. Utusan khusus AS untuk Korea Utara, Stephen Biegun mengatakan bahwa ‘Trump siap untuk mengakhiri perang ini’. Ucapan Biegun memicu spekulasi bahwa Perang Korea secara formal akan diakhiri.
 
Selain masalah Perang Korea, pertemuan Kim Jong-un dan Donald Trump di Hanoi, Vietnam pada 27-28 Februari ini juga membahas denuklirisasi Korut. Ada kemungkinan piagam perdamaian juga akan termasuk dibahas.
 
Baca juga: Warga Korea Selatan Cemaskan Penarikan Pasukan AS.
 
Kim Eui-kyeom menambahkan bahwa, meskipun kedua pemimpin itu mendeklarasikan akhir Perang Korea, piagam perdamaian baru akan ditandatangani di tahap akhir proses denuklirisasi. Hal ini bisa membutuhkan waktu panjang untuk diwujudkan.
 
“Sebuah piagam perdamaian dengan deklarasi berakhirnya perang adalah hal yang berbeda. Piagam harus sebuah bentuk multilateral yang melibatkan Korea Selatan dan Tiongkok,” imbuh Kim.
 
Korea Utara, AS dan Tiongkok merupakan penandatangan dari kesepakatan gencatan senjata dari Perang Korea 1950-53.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif