Hotel Shangrila di Kolombo, Sri Lanka lokasi dimana Zahran Hashim tewas dalam pengeboman. (Foto: AFP).
Hotel Shangrila di Kolombo, Sri Lanka lokasi dimana Zahran Hashim tewas dalam pengeboman. (Foto: AFP).

Pelaku Utama Pengeboman Sri Lanka Diyakini Tewas

Internasional Ledakan Sri Lanka
Fajar Nugraha • 26 April 2019 14:14
Kolombo: Seseorang yang diyakini sebagai pelaku utama pengeboman di Sri Lanka, diyakini sudah tewas. Zahran Hashim, menurut Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena tewas dalam ledakan bom.
 
Baca juga: Potensi Serangan di Sri Lanka Masih Besar.
 
Nama Zahran Hashim mencuat sebagai ekstrimis yang berperan penting dalam pengeboman Hari Paskah di Sri Lanka pada 21 April. Korban tewas dalam pengeboman itu mencapai 253 jiwa, yang sebelumnya disebutkan korban tewas mencapai 359.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Apa yang dikatakan badan intelijen kepada saya adalah bahwa Zahran terbunuh dalam serangan Shangri-La," kata Presiden Maithripala Sirisena kepada wartawan, seperti dikutip NDTV, Jumat, 26 April 2019.
 
Hashim muncul dalam sebuah video yang dirilis oleh kelompok ISIS setelah mereka mengklaim pemboman itu, tetapi keberadaannya setelah ledakan itu tidak segera jelas.
 
Sirisena tidak segera mengklarifikasi apa peran Hashim dalam serangan terhadap Shangri-La. Hotel mewah itu merupakan salah satu dari lokasi enam ledakan bom pada Minggu.
 
Pasukan keamanan telah memburu Hashim, yang diyakini berusia sekitar 40 tahun. Perburuan terhadapnya dilakukan setelah pemerintah menyebut kelompok yang dipimpinnya - National Thowheeth Jamaah (NTJ),- sebagai tersangka utamanya.
 
Penampilannya dalam video ISIS, di mana ia terlihat memimpin sekelompok tujuh orang lainnya dalam janji kesetiaan kepada kepala ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, hanya meningkatkan kekhawatiran tentang radikal.
 
Baca juga: Menhan Sri Lanka Mengundurkan Diri.
 
Sementara itu, Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe memperingatkan bahwa ada potensi serangan lebih banyak dan besar di negara itu.
 
Situasi di Sri Lanka belum bisa dikatakan aman meski status darurat telah diturunkan satu tingkat. Ia juga mengimbau agar warga tetap berada di dalam rumah jika tidak ada keperluan mendesak.
 
Pemerintah Sri Lanka menyebut investigasi awal mengindikasikan serangan bom merupakan ‘balasan’ atas penembakan di dua masjid di Selandia Baru bulan lalu yang menewaskan 50 orang. Namun, pernyataan ini dibantah oleh Selandia Baru.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif