Proses penghitungan suara di salah satu TPS di Thailand. (Foto: AFP)
Proses penghitungan suara di salah satu TPS di Thailand. (Foto: AFP)

Lembaga Pengawas Sebut Pemilu Thailand Untungkan Militer

Internasional politik thailand thailand
Sonya Michaella • 27 Maret 2019 07:37
Bangkok: Lembaga pengawas pemilihan umum di Asia menyatakan pelaksanaan pemilu Thailand cenderung menguntungkan partai yang mendukung junta militer.
 
Asian Network for Free Elections mengkritik proses penghitungan suara pemilu Thailand, yang disebutnya mengikis kepercayaan rakyat.
 
"Kondisi pemilu tahun ini menguntungkan partai pendukung junta militer," ucap Amael Vier, seorang peneliti dari lembaga tersebut, dikutip dari AFP, Rabu 27 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga hari ini, belum ada pengumuman resmi siapa yang akan menang mendapatkan jabatan sebagai perdana menteri Thailand selanjutnya. Dilaporkan, proses penghitungan suara baru sebagian.
 
Baca:Dua Partai Thailand Klaim Hak Membentuk Pemerintahan
 
Meski demikian, partai petahana Prayut Chan-o-cha, yaitu Palang Pracharat, memimpin sementara suara rakyat hingga 93 persen. Ia juga menyatakan, partainya sedang membentuk koalisi untuk pemerintahan.
 
Dituding curang, Komisi Pemilihan Umum Thailand membantah keras. Mereka menegaskan bahwa tidak ada kecurangan dalam proses penghitungan suara.
 
Menurut data Komisi Pemilu Thailand, Pheu Thai -- yang didepak dari kekuasaan Thailand dalam kudeta militer 2015 -- meraih 137 dari 350 kursi konstituen yang diperebutkan dalam pemilu pada Minggu 24 Maret. Sementara PPRP yang mengusung petahana Prayuth Chan-o-cha mendapat 97 kursi.
 
Baca:Mantan PM Thailand Yakin Pemilu Dicurangi
 
Sementara 150 kursi di Majelis Rendah Thailand akan dialokasikan di lain waktu, dengan berdasar pada proporsi semua suara yang dimenangkan masing-masing partai.
 
Berbeda dengan raihan kursi, peroleh suara PPRP lebih unggul dari Pheu Thai. Dengan total 94 persen suara yang telah dihitung, PPRP meraih 7,7 juta suara, sementara Pheu Thai 7,2 juta. Di tempat ketiga adalah partai Future Forward dengan 5,3 juta suara.
 
Meski penentu mayoritas di Majelis Rendah Thailand adalah jumlah kursi, PPRP menyebut partai dengan raihan suara terbanyak dari masyarakat berhak membentuk pemerintahan baru.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif