Dilema Indonesia Hadapi Gelombang Pengungsi Asing

Marcheilla Ariesta 26 April 2018 15:30 WIB
pengungsi sinabung
Dilema Indonesia Hadapi Gelombang Pengungsi Asing
Pengungsi Rohingya saat ini ditampung di Bireuen, Aceh (Foto: Antara).
Jakarta: Indonesia merupakan negara singgah para pengungsi. Namun, beberapa tahun ke belakang, Indonesia 'terpaksa' menjadi negara tujuan karena negara-negara anggota Konvensi Wina menolak atau mengubah kebijakan mereka mengenai pengungsi.
 
(Baca: Penanganan Pengungsi tak Bisa Hanya Dibebankan ke Pemerintah).
 
Hal ini menyebabkan dilema bagi Indonesia. Direktur Hak Asasi Manusia dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri Achsanul Habib mengatakan dua dilema yang dihadapi Indonesia, teerkait kebijakan dan pendanaan.
 
"Kita concern terhadap nasib para pengungsi di detensi imigrasi yang putus asa, namun kita juga memiliki dua dilema sebagai negara transit, baik terkait kebijakan maupun dana yang tidak dimiliki pemerintah daerah setempat," kata Habib, dalam forum Masalah Penanganan Pengungsi dan Para Pencari Suaka di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis 26 April 2018.
 
Menurut dia, setiap pemerintah daerah harus memiliki budget khusus mengenai hal tersebut. Selain itu, salah satu dilema yang dialami Indonesia adalah menyediakan sejumlah sarana, misalnya fasilitas pendidikan dan makanan.
 
"Di tengah jalan, bisa saja nih karena sudah enak, mereka tiba-tiba memilih menetap di sini, ini yang menjadi dilema sebagai negara transit," imbuhnya.
 
Meski demikian, tambah Habib, ada kriteria utama yang menjadi pertimbangan Indonesia dalam menerima pengungsi, yaitu ibu hamil dan anak-anak.
 
(Baca: 42 Persen Masyarakat Indonesia Khawatir Pengungsi).
 
Indonesia sendiri telah menandatangani hukum soal pengungsi melalui Peraturan Presiden (Perpres) nomor 125 tahun 2016, namun penandatanganan baru dilakukan pada 2017. Perpres ini dibuat untuk membantu pengungsi yang terlantar di perairan Indonesia.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id