Seorang warga Jepang melihat kehancuran akibat Topan Hagibis. Foto: AFP
Seorang warga Jepang melihat kehancuran akibat Topan Hagibis. Foto: AFP

Korban Topan Capai 74 Orang, Kaisar Jepang Berduka

Internasional Topan Hagibis
Fajar Nugraha • 16 Oktober 2019 06:05
Tokyo: Tim penyelamat di Jepang bekerja sepanjang waktu pada Selasa 15 Oktober dalam pencarian untuk korban selamat dari terjangan Topang Hagibis. Hingga kini jumlah korban mencapai 74 dan Kaisar Jepang menyuarakan rasa duka,
 
Hagibis menghantam Jepang pada Sabtu akhir pekan lalu, melepaskan angin kencang dan hujan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kondisi ini memicu tanah longsor dan menyebabkan puluhan sungai meluap.
 
Pada Selasa malam, lembaga penyiaran publik NHK menetapkan jumlah korban 74, dengan puluhan orang hilang. Penghitungan pemerintah lebih rendah, tetapi mereka masih memperbarui informasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan tidak ada rencana untuk memperlambat operasi penyelamatan yang melibatkan sekitar 110.000 polisi, penjaga pantai, pemadam kebakaran, dan pasukan militer.
 
"Pekerjaan penyelamatan dan pencarian orang-orang yang hilang terus berlanjut sepanjang waktu," kata Abe kepada parlemen, seperti dikutip AFP, Rabu, 16 Oktober 2019.
 
"Di mana sungai-sungai banjir, pekerjaan sedang dilakukan untuk memperbaiki titik-titik di mana tanggul sungai yang jebol dan air dipompa keluar ketika banjir terjadi,” imbuh Abe.
 
Sebelumnya, Kantor Perdana Menteri mengatakan lebih dari 3.000 orang diselamatkan setelah bencana, yang menghantam 36 dari 47 prefektur di negara itu. Kementerian pertahanan telah mengerahkan ratusan tentara cadangan untuk pertama kalinya sejak gempa bumi dan tsunami 2011.
 
Rasa duka pun datang datang Kaisar Naruhito dan Permaisuri Maasako. “Kaisar dan Permaisuri sangat berduka karena begitu banyak orang yang terkena dampak,” kata seorang pejabat Badan Rumah Tangga Kekaisaran.
 
“Mohon terima belasungkawa kepada mereka yang kehilangan orang terdekat. Kaisar berharap, warga yang hilang bisa segera ditemukan,” ujarnya.
 
Meskipun skala bencana terbilang besar, pemerintah tidak memiliki rencana untuk menunda upacara istana dan parade untuk merayakan penobatan Naruhito pada 22 Oktober.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif