Warga berlindung dari Topan Hagibis di sebuah tempat pengungsian di Tokyo, Jepang, 12 Oktober 2019. (Foto: AFP/KARYN NISHIMURA)
Warga berlindung dari Topan Hagibis di sebuah tempat pengungsian di Tokyo, Jepang, 12 Oktober 2019. (Foto: AFP/KARYN NISHIMURA)

Dua Gelandangan Ditolak Masuk Pengungsian, PM Jepang Marah

Medcom • 15 Oktober 2019 15:00
Tokyo: Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menegaskan bahwa tempat pengungsian Topan Hagibis harus terbuka untuk semua orang tanpa terkecuali. Pernyataan disampaikan PM Abe saat dirinya mendapat laporan ada dua gelandangan yang ditolak masuk ke pusat pengungsian di Tokyo.
 
"Pusat evakuasi harus menerima semua orang yang datang," kata PM Abe dalam sebuah sesi di parlemen Jepang, dilansir dari Channel News Asia, Selasa 15 Oktober 2019.
 
"Kami akan menyelidiki laporan (mengenai dua gelandangan) dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan," lanjut dia.

Staf di pusat pengungsi di Taito, Tokyo, menolak kedatangan dua gelandangan pada Sabtu 12 Oktober. Keduanya ditolak karena tidak memiliki alamat tempat tinggal.
 
Saat melakukan penolakan, para staf menjelaskan bahwa tempat pengungsian hanya diperuntukkan bagi warga yang memiliki tempat tinggal. "Kami akan mempertimbangkan menerima warga yang tidak memiliki tempat tinggal," ujar juru bicara tempat pengungsian Taito, Shunsuke Tabata.
 
Hampir 70 orang tewas di Jepang usai negara tersebut diterjang Topan Hagibis pada Sabtu pekan kemarin. Data terbaru disampaikan media NHK, seiring berlanjutnya upaya pencarian dan penyelamatan korban di hari ketiga.
 
NHK menambahkan, sekitar 15 orang masih dinyatakan hilang usai terjangan Topan Hagibis. Imbas buruk dari topan berkekuatan dahsyat ini dirasakan di 36 dari total 47 prefektur Jepang.
 
Sementara itu, hujan deras menghambat operasi pencarian korban Topan Hagibis oleh puluhan ribu petugas gabungan di sejumlah wilayah di Jepang.
 
Usai membentuk tim penanggulangan bencana Topan Hagibis, PM Abe memerintahkan agar 1.000 personel militer cadangan dikerahkan untuk membantu 31 ribu prajurit yang sedang bertugas di lapangan.
 
Namun upaya pencarian dan penyelamatan masif ini terkendala hujan deras yang mengguyur wilayah pusat dan timur Jepang sepanjang Senin malam.
 
Penulis: Fitri Nur Rizkyani
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan