Pemerintahan pemimpin Korut Kim Jong-un tuduh Amerika Serikat (AS) pemicu krisis Ukraina. Foto: AFP
Pemerintahan pemimpin Korut Kim Jong-un tuduh Amerika Serikat (AS) pemicu krisis Ukraina. Foto: AFP

Korea Utara dan Iran Kompak Salahkan AS Pemicu Krisis Ukraina

Fajar Nugraha • 02 Maret 2022 19:09

 
Korea Utara menuduh Washington dan sekutunya "mengabaikan tuntutan Rusia yang masuk akal dan sah" untuk menjamin jaminan keamanan yang didukung secara hukum.
 
“Mereka (AS) secara sistematis melemahkan lingkungan keamanan Eropa dengan mengejar ekspansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) ke arah timur, termasuk secara terang-terangan menyebarkan sistem senjata serang," kata KCNA.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kenyataan membuktikan sekali lagi bahwa selama kebijakan sepihak dan kesepakatan ganda AS yang mengancam perdamaian dan keamanan negara berdaulat ada, tidak akan pernah ada perdamaian di dunia,” imbuhnya.


Tuduhan Iran

Pernyataan senada dikeluarkan oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei membuat pernyataan yang ditujukan kepada rakyat Iran dan Muslim di seluruh dunia pada Selasa pada kesempatan perayaan Isra Miraj.
 
“Iran mendukung diakhirinya perang di Ukraina. Kami ingin perang berakhir di sana, tetapi solusi untuk setiap krisis hanya mungkin jika akar penyebabnya diidentifikasi. Akar krisis di Ukraina adalah kebijakan AS yang menciptakan krisis dan Ukraina adalah korban dari kebijakan ini,” tegas Ali Khamenei.
 
“Kami menentang perang dan kehancuran di mana pun di dunia dan tidak setuju dengan membunuh orang dan menghancurkan infrastruktur,” kata Ayatollah Khamenei.
 
Di tempat lain dalam sambutannya, Ayatullah Khamenei menggambarkan kelompok teroris ISIS sebagai anjing peliharaan AS dan menekankan fakta bahwa AS telah mendorong Ukraina ke titik ini.
 
"AS menyeret Ukraina ke tempatnya sekarang. Dengan mencampuri urusan dalam negeri Ukraina, menciptakan revolusi warna, dan menggulingkan satu pemerintah dan menempatkan yang lain berkuasa, AS menyeret Ukraina ke dalam situasi ini," ujar Pemimpin Tertinggi itu.
 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif