Dua masjid yang menjadi incaran serangan seorang remaja Singapura berusia 16 tahun. Foto: Channel News Asia
Dua masjid yang menjadi incaran serangan seorang remaja Singapura berusia 16 tahun. Foto: Channel News Asia

Berencana Serang 2 Masjid Singapura, Remaja 16 Tahun Ditahan

Internasional terorisme singapura Penembakan Selandia Baru
Fajar Nugraha • 27 Januari 2021 19:45

 
Menurut ISD pada sebuah media briefing, remaja itu awalnya menganggap Masjid An-Nur bukan Masjid Yusof Ishak, namun yang terakhir dianggap lebih dekat dengan Masjid Assyafaah. Dia merencanakan rute perjalanannya, mengidentifikasi pintu masuk masjid dan di mana memarkir kendaraannya.
 
Untuk mempersiapkan diri menghadapi serangan menusuk, remaja itu menonton video YouTube dan yakin dapat mengenai arteri targetnya dengan menebas secara acak di area leher dan dada mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pada saat penangkapannya, remaja tersebut telah menemukan parang pilihannya di (aplikasi belanja) Carousell dan menambahkannya ke daftar favoritnya. Tetapi dia belum sempat membelinya,” sebut ISD.
 
Menurut daftar, parang Smith & Wesson berharga 190 dolar Singapura atau sekitar Rp2 juta. Dia bermaksud menabung untuk pembelian dan yakin akan melakukannya tepat waktu untuk serangan yang dimaksudkan.
 
Wakil presiden operasional Carousell, Su Lin Tan, mengatakan pada Rabu malam bahwa pisau yang tidak dimaksudkan untuk kuliner atau keperluan rumah tangga tidak diizinkan di pasar online dan daftar tersebut telah dihapus.
 
"Carousell dengan tegas melarang segala bentuk persenjataan untuk dijual di platformnya dan akan terus melanjutkan upayanya dengan moderasi otomatis dan manual, untuk menjaga keamanan pasar kita," kata Su.

Rencana logistik

Mirip dengan apa yang dilakukan Tarrant, siswa berusia 16 tahun itu bermaksud untuk mengemudi di antara dua masjid. Dia berencana untuk mendapatkan kendaraan untuk digunakan selama serangan tersebut.
 
Dia sadar akan perlunya melakukan perjalanan cepat di antara lokasi penyerangan. ISD menambahkan bahwa remaja itu bermaksud mencuri kartu kredit ayahnya untuk menyewa kendaraan BlueSG setelah mengidentifikasi stasiun berbagi mobil di dekat rumahnya.
 
“Dia juga tidak memiliki SIM tapi yakin dia bisa menyetir kendaraan itu,” kata ISD pada jumpa pers.
 
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif