Penguasa Johor, Sultan Ibrahim Iskandar usulkan lockdown ketat di Malaysia. Foto: Facebook
Penguasa Johor, Sultan Ibrahim Iskandar usulkan lockdown ketat di Malaysia. Foto: Facebook

Sultan Johor Desak Pemerintah Malaysia Pertimbangkan Lockdown Penuh

Fajar Nugraha • 27 Mei 2021 16:04
Johor Bahru: Penguasa Johor, Sultan Ibrahim Iskandar, telah meminta pemerintah Malaysia untuk mempertimbangkan ‘penutupan penuh’ atau lockdown. Namun dengan catatan jika jumlah kasus covid-19 di negara itu terus meningkat.
 
Sultan Ibrahim merilis pernyataan pada Rabu 26 Mei 2021 malam, hari di mana Negeri Jiran melaporkan 7.478 kasus virus korona. Ini merupakan kenaikan tertinggi setiap hari dalam infeksi sejak dimulainya pandemi.
 
Baca: Malaysia Bersiap Hadapi yang Terburuk, Catat 7.289 Kasus Baru Covid-19.

Negara ini telah mencatat lebih dari 6.000 kasus baru setiap hari selama delapan hari berturut-turut karena berjuang untuk menahan gelombang ketiga pandemi covid-19.
 
“Lebih dari 7.400 kasus saja hari ini. Ini menakutkan dan kita membutuhkan hampir semua aspek masyarakat untuk tinggal di rumah untuk memutuskan rantai penularan. Virus itu menyebar melalui pergaulan orang," kata Sultan Ibrahim, seperti dikutip Channel News Asia, Kamis, 27 Mei 2021.
 
Dia menambahkan bahwa rakyat Malaysia harus cukup disiplin dan mempraktikkan "penguncian diri" atau berisiko terinfeksi tanpa disadari.
 
“Oleh karena itu, harus ada disiplin di seluruh jajaran agar semua lapisan masyarakat berkomitmen untuk melakukan lockdown untuk mencegah hal terburuk terjadi pada kita semua. Pemerintah juga harus mempertimbangkan lockdown penuh, jika angka covid-19 tidak menunjukkan tanda-tanda mereda," tegas Sultan Ibrahim.
 
“Mari kita telan pil pahit itu sekarang, daripada menderita terus menerus dalam ketidakpastian,” tambahnya.
 
Pemerintah sebelumnya telah menerapkan perintah kontrol pergerakan nasional (MCO) hingga 7 Juni untuk mengekang penyebaran pandemi, tetapi beberapa orang telah menyatakan frustrasi karena sektor ekonomi masih diizinkan beroperasi.
 
Selain itu, 60 persen pekerja di sektor swasta serta 20 persen di sektor publik diizinkan bekerja di kantor.
 

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin telah memperingatkan bahwa penguncian covid-19 penuh, seperti MCO 1.0 yang diterapkan pada Maret 2020 dengan semua sektor ditutup, akan menjamin keselamatan orang, tetapi ada risiko ekonomi bisa runtuh.
 
“Jika kita perlu melakukannya lagi (dan menggelar bantuan ekonomi), kita membutuhkan lebih banyak uang. 340 miliar Ringgit Malaysia tidak akan cukup karena dampaknya lebih buruk. Saya perlu menyisihkan setengah triliun. Tapi apakah kita punya setengah triliun?,” tutur Muhyiddin.
 
“Itu sebabnya kami belajar selama setahun terakhir, kami tidak bisa menutup perekonomian. Kita harus menyeimbangkan hidup dan mata pencaharian. Saya pikir hidup itu penting karena saya tidak ingin orang mati karena kelalaian kita atau kecerobohan mereka. Tapi saya juga tidak ingin ekonomi kita ambruk ke titik di mana orang tidak punya uang untuk makan,” tambahnya.

Kurangi beban tenaga kesehatan

Dalam pernyataannya pada Rabu, Sultan Ibrahim menekankan bahwa penting bagi "semua lapisan masyarakat" untuk berkomitmen untuk mengunci diri demi garis depan, terutama staf medis, yang menurutnya harus "menanggung beban virus akibat angka covid-19 yang gencar".
 
“Kami dapat melihat sendiri kelelahan dan depresi mereka, namun mereka dengan tekun berpegang pada tugas dan tugas mereka. Ingat, covid-19 bukan satu-satunya penyakit yang harus mereka tangani," kata Sultan Ibrahim.
 
“Kasihanilah mereka. Kita semua harus melakukan bagian kita untuk mengurangi beban mereka dan memutus rantai penularan demi kebaikan kita yang lebih besar,” tambahnya.
 
Sultan Ibrahim menambahkan bahwa dia juga berbicara dengan direktur jenderal Kementerian Kesehatan Noor Hisham Abdullah pada hari Rabu dan menerima pembaruan tentang perkembangan covid-19 terbaru.
 
“Munculnya varian baru juga menakutkan, dan virus sekarang juga menyebar ke udara. Jika infeksi terus meningkat, saya khawatir akan semakin banyak varian covid-19 yang muncul,” tegasnya.
 
“Dalam masa-masa yang tidak pasti ini, saya juga menghimbau mereka yang mampu melangkah maju dan membantu orang lain yang mengalami masa-masa sulit dengan cara apapun yang mereka bisa,” pungkas Sultan Ibrahim.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FJR)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan