Johor Bahru: Penguasa Johor, Sultan Ibrahim Iskandar, telah meminta pemerintah Malaysia untuk mempertimbangkan ‘penutupan penuh’ atau lockdown. Namun dengan catatan jika jumlah kasus covid-19 di negara itu terus meningkat.
Sultan Ibrahim merilis pernyataan pada Rabu 26 Mei 2021 malam, hari di mana Negeri Jiran melaporkan 7.478 kasus virus korona. Ini merupakan kenaikan tertinggi setiap hari dalam infeksi sejak dimulainya pandemi.
Baca: Malaysia Bersiap Hadapi yang Terburuk, Catat 7.289 Kasus Baru Covid-19.
Negara ini telah mencatat lebih dari 6.000 kasus baru setiap hari selama delapan hari berturut-turut karena berjuang untuk menahan gelombang ketiga pandemi covid-19.
“Lebih dari 7.400 kasus saja hari ini. Ini menakutkan dan kita membutuhkan hampir semua aspek masyarakat untuk tinggal di rumah untuk memutuskan rantai penularan. Virus itu menyebar melalui pergaulan orang," kata Sultan Ibrahim, seperti dikutip Channel News Asia, Kamis, 27 Mei 2021.
Dia menambahkan bahwa rakyat Malaysia harus cukup disiplin dan mempraktikkan "penguncian diri" atau berisiko terinfeksi tanpa disadari.
“Oleh karena itu, harus ada disiplin di seluruh jajaran agar semua lapisan masyarakat berkomitmen untuk melakukan lockdown untuk mencegah hal terburuk terjadi pada kita semua. Pemerintah juga harus mempertimbangkan lockdown penuh, jika angka covid-19 tidak menunjukkan tanda-tanda mereda," tegas Sultan Ibrahim.
“Mari kita telan pil pahit itu sekarang, daripada menderita terus menerus dalam ketidakpastian,” tambahnya.
Pemerintah sebelumnya telah menerapkan perintah kontrol pergerakan nasional (MCO) hingga 7 Juni untuk mengekang penyebaran pandemi, tetapi beberapa orang telah menyatakan frustrasi karena sektor ekonomi masih diizinkan beroperasi.
Selain itu, 60 persen pekerja di sektor swasta serta 20 persen di sektor publik diizinkan bekerja di kantor.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan