Ilustrasi perempuan yang bergerak di bidang UMKM. (Medcom.id)
Ilustrasi perempuan yang bergerak di bidang UMKM. (Medcom.id)

Didanai Inggris, 700 Lebih Pengusaha Perempuan RI Ikuti Pelatihan Literasi Digital

Willy Haryono • 02 Februari 2022 15:04

"Pandemi Covid-19 telah memperburuk tantangan pembangunan di seluruh dunia, menjadikan proyek seperti ini semakin penting. Pengembangan keterampilan digital dan keamanan digital semakin penting, jika usaha mikro dan kecil ingin berkembang," ucap Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Rob Fenn.
 
"Kami senang bekerja sama dengan Mercy Corps Indonesia dalam mendukung sektor teknologi dan pengusaha mikro Indonesia. Saya senang dengan dampak positif dari program ini  yang telah dirasakan manfaatnya di wilayah-wilayah yang menjadi target kami di Indonesia. Kami berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan masyarakat sipil untuk membangun fondasi ini," sambungnya.
 
Direktur Eksekutif Mercy Corps Indonesia, Ade Soekadis mengatakan, “keberhasilan program tidak lepas dari kerjasama MCI dengan berbagai mitra dari pemerintah pusat dan daerah termasuk DNKI dan TPAKD dari lima kabupaten, sektor swasta dan publik dan organisasi berbasis masyarakat lainnya."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain memfasilitasi akses peningkatan kapasitas dan pencapaian tujuan utama program, Program SERUNI juga memfasilitasi akses Nomor Induk Usaha (NIB) kepada 278 peserta program dan akses platform pendampingan bisnis digital melalui MicroMentor Indonesia untuk 537 peserta program," ujarnya.
 
"Tim mengidentifikasi bahwa ini merupakan bagian integral untuk memungkinkan akses dan peluang pengembangan bisnis yang berkelanjutan bagi para peserta program. Dengan memfasilitasi akses yang berkelanjutan, kami yakin program ini akan memiliki efek yang mendalam dan berkelanjutan bagi para peserta dan komunitas sekitarnya," lanjut Ade.
 
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusi, Dr Iskandar Simorangkir mengatakan bahwa, "sebagai segmen penting dalam strategi nasional keuangan inklusif (SNKI), kelompok perempuan berada pada posisi strategis dalam mewujudkan target inklusi keuangan 90 persen pada tahun 2024."
 
"Keberpihakan atau intervensi program pemerintah maupun pemangku kepentingan yang memiliki ketertarikan terhadap kelompok perempuan sangat diperlukan termasuk Program SERUNI ini, yang berfokus pada upaya peningkatan inklusi keuangan serta keamanan digital bagi perempuan pemilik usaha mikro," ungkapnya.
 
Berdasarkan Survei Nasional Keuangan Inklusif pada tahun 2020, kelompok perempuan masih tertinggal dari akses teknologi digital sebagai prasayarat kesiapan untuk mengakses layanan keuangan digital.
 
Walau pun sekitar 60 persen UMKM dikelola oleh perempuan, namun mereka masih menghadapi berbagai hambatan, seperti terbatasnya akses pelatihan kewirausahaan, pemahaman yang minim dalam penggunaan teknologi digital, kesulitan dalam mengakses permodalan dari lembaga formal, kurangnya independensi dalam pengambilan keputusan, serta kondisi kultural di mana perempuan secara umum masih lebih dibebani urusan rumah tangga ketimbang laki-laki.
 
(WIL)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif