Ilustrasi perempuan yang bergerak di bidang UMKM. (Medcom.id)
Ilustrasi perempuan yang bergerak di bidang UMKM. (Medcom.id)

Didanai Inggris, 700 Lebih Pengusaha Perempuan RI Ikuti Pelatihan Literasi Digital

Willy Haryono • 02 Februari 2022 15:04
Jakarta: Sebanyak 759 pengusaha mikro perempuan, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas, di enam lokasi terpinggirkan di Indonesia telah berhasil menerima dan menyelesaikan pelatihan keamanan internet, literasi digital dan keuangan. Para pengusaha perempuan mikro ini telah menunjukkan peningkatan dalam pendapatan, literasi keuangan, akses ke lembaga keuangan formal, literasi digital, dan praktik keamanan siber - baik untuk penggunaan pribadi maupun bisnis.
 
Studi dari Bank Dunia (Female Entrepreneurship Resource Point) menemukan bahwa rata-rata perempuan di seluruh dunia merasa sulit mendapatkan modal dan mengoperasikan serta mengembangkan bisnis mereka. Ini adalah kesempatan yang terlewatkan bagi perempuan itu sendiri, dan masyarakat secara keseluruhan. Pemberdayaan perempuan sering ditunjukkan sebagai salah satu cara paling efektif untuk memerangi kemiskinan dan meningkatkan pendidikan anak-anak.
 
Tantangan khusus ini semakin diperburuk dalam konteks pandemi Covid-19, termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, Program Penguatan Pengusaha Mikro Perempuan dalam Keamanan Digital dan Inklusi Keuangan (SERUNI) dibuat untuk mengatasi hambatan bagi perempuan dalam memulai dan mengembangkan bisnis yang sukses. Program SERUNI merupakan bagian dari implementasi Strategi Nasional Keuangan Inklusif Indonesia (SNKI), dan diselenggarakan oleh Mercy Corps Indonesia, dengan dukungan finansial dan teknis dari 'UK-Indonesia Tech Hub' Kedutaan Besar Inggris di Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak April hingga Desember 2021, Program SERUNI telah menjangkau 759 pengusaha mikro perempuan di Kabupaten Lampung Tengah, Cirebon, Sukabumi, Garut, dan Lombok Tengah. Program ini memberikan serangkaian pelatihan, pendampingan, dan seminar yang dilakukan secara luring dan daring untuk meningkatkan inklusi keuangan, meningkatkan kesejahteraan pengusaha mikro perempuan dan meningkatkan pemahaman tentang keamanan digital dan praktik yang dapat dilakukan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Materi pelatihan dan pendampingan antara lain Tabungan Cerdas, Manajemen Keuangan, Memahami Pasar secara daring dan Meningkatkan Keamanan Digital.
 
Pada November 2021, Mercy Corps Indonesia melakukan survei akhir untuk mengukur kemajuan dari peserta program. Hasilnya menunjukkan bahwa 73 persen peserta program kini sudah bisa mengakses layanan keuangan digital; 90 persen meningkatkan pengetahuan keuangan mereka; 89 persen meningkatkan pengetahuan digital mereka; 76 persen mempelajari praktik keamanan siber yang lebih baik; 70 persen meningkatkan pendapatan mereka sebagai hasil dari apa yang mereka pelajari; 75 persen mengadopsi kebiasaan menabung yang baik; dan 86 persen mengadopsi praktik bisnis yang baik (seperti pencatatan keuangan). Selain itu, persentase wanita yang memiliki rekening tabungan meningkat 70 persen, dari hanya 14 persen menjadi 84 persen.
 
Ini adalah hasil yang luar biasa. Untuk menunjukkan poin pembelajaran utama dari proyek, dan mendiskusikan bagaimana pekerjaan tersebut dapat diperluas/ditingkatkan di tempat lain, Kedutaan Besar Inggris Jakarta bersama Mercy Corps Indonesia dan Sekretariat Dewan Nasional untuk Keuangan Inklusi (DNKI) akan mengadakan sesi pembelajaran terakhir dengan mengangkat tema "Strategi Peningkatan Inklusi Keuangan dan Keamanan Digital Bagi Wanita Pemilik Usaha Mikro" pada Kamis, 3 Februari 2022.
 
Acara ini bertujuan berbagi pembelajaran proyek dengan para pemangku kepentingan, terutama pemerintah daerah dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Kabupaten Lampung Tengah, Sukabumi, Garut, Cirebon, dan Lombok Tengah. Sesi ini akan membahas strategi dan praktik intervensi inklusif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan inklusi keuangan dan keamanan digital, membangun kemajuan yang telah dicapai untuk memajukan kesejahteraan perempuan pemilik usaha mikro, terutama di daerah pedesaan, dan mendorong kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan ( pemerintah, swasta, asosiasi/komunitas, masyarakat). Acara ini akan dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah pusat dan daerah, pelaksana program, sektor swasta dan publik.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif