Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Foto: AFP
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Foto: AFP

PM Kamboja Tegaskan Kamboja Komitmen Promosikan Sentralitas ASEAN

Marcheilla Ariesta • 08 Agustus 2022 17:37
Phnom Penh: Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengatakan, ASEAN harus bersatu mengatasi tantangan-tantangan utama demi perdamaian, stabilitas kawasan, dan pembangunan berkelanjutan. Ia menyampaikannya dalam peringatan hari jadi ke-55 ASEAN.
 
Dalam pesan video untuk menandai Hari ASEAN, Hun Sen yang adalah Ketua ASEAN untuk 2022 mengatakan, Kamboja berkomitmen untuk menegakkan dan mempromosikan sentralitas, persatuan, dan solidaritas ASEAN. Ia mengatakan, Kamboja juga berkomitmen mengatasi tantangan regional bersama dan meningkatkan kontribusi blok itu bagi perdamaian regional dan global, stabilitas, keamanan, dan pembangunan berkelanjutan.
 
"ASEAN perlu berdiri di atas persatuan kita untuk kerja sama dan kepentingan bersama," katanya, dilansir dari Xinhua, Senin, 8 Agustus 2022.
 
Baca: Tiga Fokus yang Jadikan ASEAN Makin Kuat di Tengah Gejolak Dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami akan berusaha untuk fokus pada tindakan yang mengikat kami bersama untuk kemakmuran yang lebih besar di kawasan kami," sambung dia.
 
Hun Sen mengatakan, memang benar ASEAN tidak dapat menjamin tidak adanya perang dan konflik. Namun, ASEAN paling tidak menjadi platform terbuka untuk dialog dan konsultasi konstruktif, yang telah berkontribusi besar dalam menegakkan perdamaian dan stabilitas di kawasan.
 
Selama lebih dari dua tahun dalam pandemi covid-19, ASEAN berhasil mengatasi krisis global ini dan efek buruknya pada kesehatan masyarakat, masyarakat, ekonomi, dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
 
Hun Sen menambahkan, organisasi kawasan tersebut menghasilkan banyak inisiatif untuk mengekang dampak krisis kesehatan ini, dengan mengadopsi Kerangka Pemulihan Komprehensif ASEAN yang luas untuk melindungi kehidupan masyarakat dan menjaga stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi.
 
"Kami dapat dengan aman mengatakan bahwa kami sekarang dalam fase pemulihan," kata Hun Sen.
 
Baca: Menlu Retno: Kita Tidak Boleh Membiarkan Masalah Myanmar Menentukan ASEAN.

Didirikan pada tahun 1967, ASEAN mengelompokkan Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
 
ASEAN Day juga dirayakan di Sekretariat ASEAN di Jakarta. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyinggung Myanmar dalam pidatonya.
 
Ia mengatakan, ASEAN tidak boleh tersandera masalah Myanmar. Malah, kata Retno, ASEAN dapat menggunakan hari jadinya sebagai momen untuk resolusi.
 
"Untuk memperkuat ASEAN, untuk menjaga kredibilitasnya, dan untuk mempertahankan relevansinya," pungkas Retno.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif