Direktur Kerja Sama Aspasaf Kemenlu RI, Abdul Kadir Jaelani. (Kemenlu RI)
Direktur Kerja Sama Aspasaf Kemenlu RI, Abdul Kadir Jaelani. (Kemenlu RI)

Populer Internasional: KBRI Kabul Beroperasi hingga Utusan LGBTQI+ Batal ke RI

Willy Haryono • 03 Desember 2022 11:11
Jakarta: Direktur Kerja Sama Asia, Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Abdul Kadir Jaelani mengatakan, Kedutaan Besar RI di Afghanistan telah kembali beroperasi di Kabul. Pengoperasian kembali KBRI Kabul sudah berlangsung sejak Desember tahun lalu.
 
Pembukaan kembali KBRI Kabul menjadi salah satu berita terpopuler di kanal internasional Medcom.id pada Sabtu, 3 Desember 2022.
 
Dua berita terpopuler lainnya adalah kelompok Taliban yang melarang siara Voice of America (VOA) dan seputar utusan khusus Amerika Serikat untuk Hak Asasi Manusia LGBTQI+.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikut selengkapnya:

KBRI Kabul Sudah Beroperasi, Indonesia Tetap Belum Dukung Taliban

"KBRI Kabul sejak Desember tahun lalu sudah beroperasional kembali, walaupun sampai saat ini masih level kuasa usaha," kata Kadir.
 
Meskipun KBRI Kabul sudah kembali beroperasi lagi, namun Indonesia masih belum memberikan pengakuan secara resmi. Kadir mengatakan, sudah ada dua negara yang secara eksplisit mengakui Taliban, namun Indonesia masih tetap berpegang teguh pada pendiriannya.
 
Apa lagi yang disampaikan Abdul Kadir Jailani terkait KBRI Kabul ini? Cek selengkapnya di sini.

Taliban Larang VOA, Radio Eropa Siaran di Afghanistan

Taliban melarang radio FM untuk siaran streaming dari Voice of America (VOA) dan Stasiun Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL) Afghanistan. Diketahui bahwa mereka dihentikan karena ketidakpatuhan terhadap prinsip jurnalistik dan siaran sepihak.
 
VOA melaporkan adanya arahan baru dari Kementerian Informasi dan Kebudayaan Afghanistan telah melarang siaran VOA, efektif mulai 1 Desember 2022.
 
Apa komentar Taliban atas pelarangan ini? Cek selengkapnya di sini.

Ditentang Ulama, AS Batalkan Kunjungan Utusan Utusan Khusus HAM LGBTQI+ ke Indonesia

AS membatalkan kunjungan Utusan Khusus untuk Memajukan Hak Asasi Manusia LGBTQI+ Jessica Stern ke Indonesia. Pasalnya, kunjungan tersebut menimbulkan kontra di kalangan pemuka agama Indonesia.
 
"Salah satu alasan hubungan Amerika Serikat dan Indonesia begitu kuat adalah karena kita sama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai seperti demokrasi, hak asasi manusia, keragaman, dan toleransi," kata pernyataan Kedubes AS.
 
Nilai-nilai tersebut, kata mereka, harus berlaku untuk setiap anggota masyarakat, tak terkecuali kelompok LGBTQI+. Menurut mereka, dialog tentang hak asasi manusia (HAM) sangat penting di setiap negara.
 
Apa lagi yang disampaikan Kedubes AS atas pembatalan kunjungan ini? Cek selengkapnya di sini.
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif