Boeing 737 MAX menghadapi rentetan penolakan untuk dioperasikan di seluruh dunia. (Foto: AFP).
Boeing 737 MAX menghadapi rentetan penolakan untuk dioperasikan di seluruh dunia. (Foto: AFP).

Banyak Pilot Sering Keluhkan Masalah 737 MAX

Internasional boeing kecelakaan ethiopian airlines
Arpan Rahman • 14 Maret 2019 19:09
London: Para pilot dari seluruh dunia telah mencatat banyak keluhan dan kekhawatiran atas pesawat Boeing 737 Max dalam 15 bulan terakhir.
 
Laporan yang ditemukan pada basis data pelaporan keselamatan penerbangan yang dibuat oleh NASA menyoroti masalah yang dirasakan dengan teknologi anti-stall pesawat anyar tersebut.
 
Baca juga: Boeing Akhirnya Menangguhkan 737 Max.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembaruan pada desain 737 berupa sistem yang dimaksudkan melindungi pesawat dari macet dengan memaksa moncong pesawat menukik dalam keadaan tertentu. Namun, sekarang menjadi pusat pertanyaan tentang kelaikan udara 737 MAX menyusul kecelakaan fatal kedua dalam lima bulan.
 
Dalam satu entri dalam Sistem Pelaporan Keselamatan Penerbangan (ASRS), yang memungkinkan pilot untuk merekam insiden secara anonim, seorang kapten menggambarkan bagaimana 737 MAX 8 mulai condong setelah lepas landas dan mengeluarkan suara yang terdengar, "Jangan menukik, jangan menukik!" peringatan, menunjukkan hilangnya ketinggian.
 
"Saya segera memutus autopilot dan menambah ketinggian," kata pilot. "Dengan kekuatiran tentang ihwal moncong menukik MAX 8, kami berpikir itu tepat untuk menjadi perhatian Anda."
 
Berbeda dari November tahun lalu dilaporkan bagaimana pesawat buatan AS "menurunkan moncong" dalam "dua hingga tiga detik" sejak autopilot dinyalakan. Kapten segera memutus autopilot dan menambah ketinggian.
 
"Sisa penerbangan itu lancar. Kami membahas panjang lebar keberangkatan dan saya menelaah dalam pikiran saya pengaturan otomatisasi dan profil penerbangan kami tetapi tidak dapat memikirkan alasan apa pun mengapa pesawat akan terbang dengan sangat agresif," katanya.
 
737 MAX -- yang layanannya lebih dari 350 unit -- adalah versi terbaru dari model 737 yang populer dan baru ada di angkasa sejak 2017. Namun, pesawat ini telah disebut sebagai pesawat jarak pendek masa depan.
 
Tetapi kekhawatiran pekan ini setelah kecelakaan pesawat di Ethiopia pada Minggu yang menewaskan 157 orang menyebabkan otoritas penerbangan di seantero Eropa, Tiongkok, Australia, dan sejumlah negara lain melarang pesawat dari wilayah udara mereka.
 
Dalam lebih dari satu laporan yang dicatat di situs ASRS, para pilot berbicara tentang ketidaktahuan dengan pesawat itu dan kebingungan mengenai beberapa panel kendalinya.
 
Baca juga: Trump Akhirnya Larang Operasional Boeing 737 MAX.
 
Salah seorang pilot yang menerbangkan pesawat secara perdana, setelah diberi tahu begitu dalam perjalanan ke bandara, menulis: "Ketidaktahuan dengan tampilan layar penerbangan menyebabkan kebingungan tentang peringatan tampilan dan fungsi saklar. Manual Penerbangan tidak membahas setidaknya satu pengumuman, atau kontrol untuk tampilan -- atau jika ya, pilot tidak dapat menemukan penjelasan," serunya.
 
"Saya telah menghabiskan berhari-hari mencari penjelasan, tidak dapat menemukannya, dan itulah sebabnya saya menulis laporan ini. Seharusnya tidak sesulit ini untuk mencari tahu apa yang saya lihat," bubuhnya, seperti disingkap dari laman Telegraph, Kamis, 14 Maret 2019.
 
Ada pula referensi kebingungan lainnya atas teknologi anti-mogok baru, yang dikatakan: "Saya bertanya-tanya: apalagi yang saya tidak tahu? Manual Penerbangan tidak memadai dan hampir mendekati kriminal."
 
Yang ketiga berkata: "Evaluasi pascapenerbangan saya adalah bahwa kami tidak memiliki pengetahuan untuk mengoperasikan pesawat dalam segala cuaca dan kondisi pesawat dengan aman."
 
Baca juga: Administrasi Penerbangan Federal Larang Boeing 737 MAX Terbang.
 
Pernyataan terbaru Boeing mengatakan keselamatan adalah prioritas nomor satu dan memiliki ‘kepercayaan penuh’ pada keselamatan 737 MAX.
 
Perusahaan berbasis di Seattle, Amerika Serikat, mengatakan bahwa mereka telah mengembangkan ‘peningkatan perangkat lunak kontrol penerbangan’ untuk pesawat, yang diyakini mulai digunakan pada April.
 
Saj Ahmad, kepala analis StrategicAero Research, menyebutkan terlalu dini untuk mengatakan pesawat itu tidak aman. Dia mengatakan, "Tidak ada bukti sejauh ini bahwa dua kecelakaan MAX terkait satu sama lain."
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif