Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Boeing Akhirnya Menangguhkan 737 Max

Internasional boeing
Ade Hapsari Lestarini • 14 Maret 2019 12:32
Chicago: Maskapai penerbangan raksasa asal Amerika Serikat (AS), Boeing bersikukuh terhadap keamanan 737 Max yang dinilai aman.
 
Namun, setelah berkonsultasi dengan Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA), Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB), dan otoritas penerbangan dan pelanggannya di seluruh dunia, akhirnya Boeing pun menangguhkan 737 Max.
 
Mengutip pernyataan resmi yang dilansir dari laman Boeing, Kamis, 14 Maret 2019, Boeing telah memutuskan dan bersikap hati-hati, serta meyakinkan publik terhadap keselamatan penerbangan. Akhirnya Boeing sepakat dengan rekomendasi FAA untuk menangguhkan sementara operasi seluruh armada 737 MAX global yang berjumlah 371.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Atas nama seluruh tim Boeing, kami menyampaikan simpati terdalam kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari mereka yang telah kehilangan nyawa dalam dua kecelakaan tragis ini," kata Presiden, CEO, Ketua The Boeing Company Dennis Muilenburg.
 
"Kami mendukung langkah proaktif ini dan bersikap sangat hati-hati. Keselamatan adalah nilai inti di Boeing selama membangun pesawat terbang, dan akan selalu begitu," tambah dia.
 
Menurut Dennis, tidak ada prioritas yang lebih besar untuk perusahaan dan industri mereka. Pihaknya telah melakukan segala hal agar bisa memahami penyebab kecelakaan dengan para penyelidik, menyebarkan peningkatan keselamatan, dan memastikan hal ini tidak terjadi lagi.
 
Boeing membuat rekomendasi ini dan mendukung keputusan FAA.
 
FAA atau Administrasi Penerbangan Federal akhirnya melarang pesawat jenis Boeing 737 MAX terbang untuk sementara. Pelarangan ini terkait dengan jatuhnya pesawat Ethiophian Airlines yang menewaskan 157 orang.
 
Jenis pesawat yang jatuh tersebut sama dengan jenis pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di perairan Karawang, Indonesia, dan menewaskan 189 orang, yaitu Boeing 737 MAX 8.
 
"Keputusan ini diambil setelah FAA menerima data baru, bukan karena adanya tekanan dari berbagai pihak," kata pejabat FAA, Daniel Elwell, dikutip dariCNBC,Kamis 14 Maret 2019.
 
Keputusan FAA ini diapresiasi oleh Amerika Serikat yang baru saja menangguhkan izin operasional Boeing 737 MAX. Sebelumnya, sejumlah negara sudah mengeluarkan larangan terlebih dahulu seperti Tiongkok, India, Fiji, Kanada dan Indonesia.

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif