Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan bilateral dengan Asisten Waki Menlu AS W. Patrick Murphy. (Foto: Dok. Kemenlu RI).
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pertemuan bilateral dengan Asisten Waki Menlu AS W. Patrick Murphy. (Foto: Dok. Kemenlu RI).

Korban Banjir Papua Bertambah, AS Tawarkan Bantuan

Internasional indonesia-as Bencana Alam Papua
Marcheilla Ariesta • 21 Maret 2019 08:55
Jakarta: Amerika Serikat menawarkan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir bandang di Sentani, Papua. Bantuan ini disampaikan kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di sela pertemuan High Level Dialogue on Indo-Pacific Cooperation di Jakarta.
 
Baca juga: Korban Meninggal Banjir Sentani Jadi 104 Jiwa.
 
"Saya mengatakan kepada Menlu Retno bahwa AS merupakan mitra yang sangat berkomitmen di bidang kemanusiaan dan bidang pemulihan bencana," kata Asisten Wakil Menteri untuk urusan Asia Timur dan Pasifik Kementerian Luar Negeri AS W. Patrick Murphy, Jakarta, Rabu 20 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita tetap siaga untuk menanggapi bencana di sini setiap harinya," imbuh Murphy.
 
Murphy menambahkan AS juga menyampaikan rasa belasungkawa untuk para korban bencana tersebut. "Kami mengekspresikan komitmen kepada Indonesia dan negara lain dalam bidang penanggulangan bencana," tegasnya.
 
Sebanyak tiga distrik di Pemkab Jayapura, yakni Sentani, Waibu, dan Sentani Barat, diterjang banjir bandang pada Sabtu, 16 Maret 2019. Akibatnya, 104 orang meninggal dunia, 93 jiwa dilaporkan hilang, 75 orang mengalami luka ringan, dan 84 orang mengalami luka berat. Sementara itu, jumlah korban terdampak di tiga distrik sebanyak 11.725 keluarga.
 
Akibat banjir bandang tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Papua, telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir di wilayah tersebut.
 
Penetapan tanggap darurat bencana itu dinyatakan melalui surat pernyataan tanggap darurat bencana banjir bandang Kabupaten Jayapura bernomor 360/45/sp/st pada 16 Maret 2019. Penetapan status tersebut untuk mengoptimalkan penanganan korban banjir.
 
"Bencana tersebut mengakibatkan korban jiwa, harta benda, rusak dan hilangnya rumah warga, kerusakan sarana prasarana umum, permukiman, dan infrastruktur jalan serta jembatan," ujar Bupati Jayapura Mathias Awaitouw.
 
Baca juga: 18 Alat Berat Bergerak Membersihkan Sisa Banjir Sentani.
 
Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan Presiden Jokowi telah memberikan dua arahan bagi BNPB. "Pertama percepat evakuasi korban dan kedua segera dilakukan rehabitalisi di pegunungan dan lahan agar tidak terdampak lagi," ujar Sutopo dalam konferensi pers Senin lalu.
 
Menurutnya, banjir bandang ini yang bukan pertama kali terjadi di Sentani, Jayapura. Kejadian serupa telah terjadi pada tahun 2003 dan 2007. Untuk penanganan bencanaini, BNPB telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari.
 
"Sampai saat ini 49 persen gardu listrik yang terdampak banjir telah berfungsi. RSUD juga sudah berfungsi kembali dan Dinas sekitar mengerahkan ambulans untuk angkut korban," imbuhnya.
 
Banjir juga merusak 561 rumah, 2 gereja, 1 masjid, 8 sekolah, dan 104 ruko. Sebanyak 3 jembatan, 8 drainase, dan 1 pesawat jenis Twin Otter juga rusak akibat bencana alam ini.
 
Sutopo memastikan penanganan darurat terus dilanjutkan. Evakuasi difokuskan pada pencarian dan penyelamatan korban, penanganan korban luka-luka, pelayanan pengungsi, serta perbaikan darurat sarana dan prasarana umum.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif