Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho/Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho/Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

18 Alat Berat Bergerak Membersihkan Sisa Banjir Sentani

Nasional Bencana Alam Papua
Candra Yuri Nuralam • 18 Maret 2019 15:56
Jakarta: Sebanyak 18 alat berat 'diterjunkan' ke wilayah terdampak banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Alat berat milik Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura digunakan membersihkan sisa banjir.
 
"BBPJN XVIII Jayapura mengerahkan empat unit ekskavator, empat wheel loader, dan sepuluh dump truck," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Gedung BNPB, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin, 18 Maret 2019.
 
Baca: Banjir Bandang Papua Akibat Hilangnya Pohon di Gunung Cyclop

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembersihan dilakukan di ruas jalan nasional Jayapura-Sentani-Kemiri. Jalan sepanjang 70 kilometer itu tertutup lumpur. Pohon tumbang juga masih melintang di kawasan itu.
 
Evakuasi, terang Sutopo, melibatkan anggota TNI dan Polri. Pemerintah daerah bersama dinas terkait juga disiagakan demi mempecepat pemulihan dini.
 
"Seperti pembersihan kayu gelondongan, bebatuan, puing-puing, dan material lain dengan alat berat," beber Sutopo.
 
Baca: Sentani dan Jayapura Tanggap Darurat
 
Tim SAR gabungan masih mengevakuasi dan belum semua daerah terdampak dijangkau karena tertutup pohon, batu, lumpur, dan material banjir bandang. Evakuasi diintensifkan pada pencarian korban.
 
BNPB telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari terhitung hari ini, 18 Maret 2019. Masa tanggap darurat bisa ditambah sesuai situasi.
 
Banjir bandang di Sentani menewaskan 79 jiwa. Sedangkan 43 orang masih dinyatakan hilang. Sebanyak 4.226 lainnya terpaksa mengungsi. Warga terdampak berasal dari sembilan kelurahan di kawasan Sentani.
 
Baca: BPBD Papua: Sentani Berpotensi Banjir Susulan
 
Banjir juga merusak 561 rumah, 2 gereja, 1 masjid, 8 sekolah, dan 104 ruko. Sebanyak 3 jembatan, 8 drainase, dan 1 pesawat jenis Twin Otter juga rusak akibat bencana alam ini.
 
Sutopo memastikan penanganan darurat terus dilanjutkan. Evakuasi difokuskan pada pencarian dan penyelamatan korban, penanganan korban luka-luka, pelayanan pengungsi, serta perbaikan darurat sarana dan prasarana umum.
 

(OJE)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif