Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho--Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho--Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.

Korban Meninggal Banjir Sentani Jadi 104 Jiwa

Nasional banjir bandang Bencana Alam Papua
Candra Yuri Nuralam • 20 Maret 2019 13:56
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mencatat korban meninggal atas Banjir Bandang di Sentani, Jayapura, Papua. Setidaknya, 104 orang dinyatakan meninggal pada hari keempat evakuasi.
 
"Tercatat 104 orang meninggal, 97 orang korban di Kabupaten Jayapura, dan 7 orang korban di Kota Jayapura," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Selasa, 19 Maret 2019.
 
Dari 104 korban meninggal yang ditemukan belum semuanya teridentifikasi. Melihat dari kondisi jenazah yang ditemukan, kata Sutopo, membuat Bupati Jayapura memerintahkan pemakaman massal pada hari Kamis 21 Maret 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada 40 korban meninggal dunia yang belum diidentitikasi sehingga Bupati Jayapura memutuskan korban akan dimakamkan secara massal besok," ujar Sutopo.
 
Pemakaman massal diputuskan setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pihak gereja yang dituangkan dalam bentuk tertulis. Pemda Jayapura sudah menyiapkan lahan dan kendaraan untuk pemakaman massal.
 
Baca: Sentani dan Jayapura Tanggap Darurat
 
Sementara itu, 79 orang belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian sesuai dengan laporan masyarakat yang menyatakan anggota keluarganya belum ditemukan. Korban luka pun bertambah.
 
"Sebanyak 160 orang luka-luka, terdiri atas 85 orang luka berat dan 75 orang luka ringan," tutur Sutopo.
 
Tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi dan belum semua daerah terdampak dijangkau karena tertutup pohon, batu, lumpur dan material banjir bandang. Evakuasi pencarian diintensifkan untuk mencari korban.
 
BNPB telah menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari terhitung sejak hari Minggu, 17 Maret 2019. Itu, kata Sutopo, bisa bertambah tergantung dari situasi.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif