Puing pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di Ukraina. (Foto: AFP).
Puing pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di Ukraina. (Foto: AFP).

Menlu AS Tekan Rusia Adili Terduga Pelaku Jatuhnya MH17

Internasional amerika serikat mh17
Arpan Rahman • 20 Juni 2019 14:19
Washington: Rusia didesak Amerika Serikat (AS) untuk mengadili empat orang yang diduga terkait jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH 17.
 
Baca juga: Babak Pembuka Persidangan Kecelakaan MH17.
 
Moskow harus memastikan bahwa mereka yang dituduh melakukan pembunuhan atas jatuhnya penerbangan Malaysia Airlines MH17 menghadapi keadilan, kata Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo. Komentar itu keluar menyusul penyelidik internasional menuduh tiga orang Rusia dan seorang Ukraina atas bencana tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengadilan empat pria dengan kaitan militer dan intelijen akan dimulai di Belanda pada Maret tahun depan. Meskipun mereka kemungkinan diadili secara in absentia karena baik Rusia maupun Ukraina tidak mengekstradisi warga negara mereka.
 
Mereka akan menjadi kelompok pertama yang menghadapi keadilan atas bencana lima tahun lalu di mana 298 orang meninggal.
 
Namun Moskow mengecam "tuduhan yang sama sekali tidak berdasar". Pesawat MH17 jatuh kala terbang antara Amsterdam dan Kuala Lumpur karena dihantam rudal di bagian timur Ukraina yang dikuasai pemberontak pro-Rusia.
 
Tim penyelidikan yang dipimpin Belanda pada Rabu mengatakan surat perintah penangkapan internasional telah dikeluarkan untuk warga negara Rusia Igor Girkin, Sergei Dubinsky, dan Oleg Pulatov, serta warga Ukraina, Leonid Kharchenko, yang semuanya diduga berperan dalam kelompok separatis Republik Rakyat Donetsk.
 
Jaksa penuntut Belanda Fred Westerbeke berkata, keempat orang tersebut harus bertanggung jawab lantaran membawa sistem rudal BUK dari Rusia ke Ukraina timur "meskipun mereka belum tentu menekan tombol itu sendiri."
 
"Kami tidak akan menuntut ekstradisi karena hukum Rusia dan Ukraina melarang ekstradisi warga negara mereka. Tetapi kami meminta Rusia sekali lagi untuk bekerja sama -- banyak pertanyaan kami tetap tidak terjawab," katanya dalam konferensi pers, dilansir dari AFP, Kamis 20 Juni 2019.
 
Tim investigasi yang sama mengatakan pada Mei 2018 bahwa rudal anti-pesawat BUK yang menghantam Boeing 777 berasal dari brigade militer Rusia ke-53 yang berbasis di kota Kursk di barat daya.
 
Pompeo menyambut tuduhan itu, dengan komentar: "Kami menyerukan kepada Rusia untuk memastikan bahwa setiap orang yang didakwa saat ini di Rusia menghadapi keadilan".
 
Kerabat mereka yang tewas di pesawat MH17 juga menyambut baik kabar itu. "Ini baru awal. Saya puas," Silene Fredriksz, yang putra dan menantunya terbunuh dalam bencana itu, mengatakan kepada wartawan. "Saya senang bahwa persidangan akhirnya akan dimulai dan bahwa nama-nama telah diumumkan," cetusnya.
 
Piet Ploeg, presiden asosiasi korban Belanda yang kehilangan tiga anggota keluarga di MH17, menuturkan kepada AFP bahwa itu adalah "berita yang sangat penting".
 
"Kerabat para korban telah menunggu ini selama hampir lima tahun," katanya.
 
Baca juga: Penyelidik Jatuhnya MH17 akan Umumkan Tersangka.
 
Girkin, 48, menjadi tersangka paling terkenal, setelah sempat menjadi menteri pertahanan di Republik Rakyat Donetsk yang diproklamirkan kemerdekaan di Ukraina timur sebelum tampaknya berselisih dengan Kremlin.
 
Girkin, yang diperkirakan tinggal di Moskow, membantah bahwa separatis terlibat. "Saya hanya bisa mengatakan bahwa pemberontak tidak menembak jatuh Boeing," katanya kepada kantor berita Interfax Rusia.
 
Dubinskiy, 56, yang sebelumnya berada di badan intelijen militer Rusia GRU, adalah kepala dinas intelijen Republik Rakyat Donetsk. Sementara Pulatov, 52, seorang mantan prajurit di unit pasukan khusus GRU's Spetsnaz, merupakan salah satu wakilnya.
 
Kharchenko adalah seorang komandan militer di Donetsk pada saat itu, kata jaksa penuntut Belanda. Rusia dengan keras menyangkal semua keterlibatan, dan mengeluh bahwa tuduhan itu telah dikesampingkan dari penyelidikan.
 

Rusia bersikeras tahun lalu bahwa rudal itu ditembakkan oleh pasukan Kiev, dan menambahkan bahwa rudal itu dikirim ke Ukraina di era Soviet. Meskipun ada klaim oleh pemerintah Ukraina dan media Belanda bahwa perwira senior Rusia juga akan menghadapi dakwaan, tidak ada yang disebutkan oleh jaksa pada Rabu.
 
Tim Investigasi Gabungan (JIT) yang menyelidiki serangan itu meliputi Australia, Belgia, Malaysia, Belanda, dan Ukraina, yang mewakili negara-negara yang paling parah terkena bencana.
 
Belanda dan Australia mengatakan pada Mei tahun lalu bahwa mereka secara resmi "meminta pertanggungjawaban Rusia" atas bencana tersebut. Dari penumpang yang meninggal, 196 adalah warga Belanda dan 38 Australia.
 
Kementerian luar negeri Ukraina mendesak Rusia untuk "mengakui tanggung jawabnya". Perang di Ukraina timur dan bencana MH17 terus mengganggu hubungan antara Rusia dan Barat.
 
Sejak 2014, sekitar 13.000 orang telah terbunuh. Pihak Kiev dan pendukung Baratnya menuduh Rusia menyalurkan pasukan dan senjata guna mendukung separatis. Moskow membantah klaim tersebut meskipun ada bukti yang bertentangan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif