Puing pesawat MH17 di Donetsk, Ukraina, 9 September 2014. (Foto: AFP/ALEXANDER KHUDOTEPLY)
Puing pesawat MH17 di Donetsk, Ukraina, 9 September 2014. (Foto: AFP/ALEXANDER KHUDOTEPLY)

Penyelidik Jatuhnya MH17 akan Umumkan Tersangka

Internasional mh17
Willy Haryono • 19 Juni 2019 11:49
Den Haag: Tim investigator internasional, Rabu 19 Juni 2019, berencana mengumumkan nama-nama tersangka dalam kasus jatuhnya pesawat maskapai Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 di wilayah Ukraina lima tahun lalu. Pesawat yang ditembak jatuh misil itu menewaskan total 298 orang.
 
Sebelum menggelar konferensi pers, tim akan terlebih dahulu menginformasikan penetapan status tersangka ini kepada keluarga bersangkutan.
 
Rencana penetapan tersangka muncul hampir satu tahun usai tim investigator yang dipimpin Belanda mengatakan bahwa misil dari sistem BUK mengenai MH17. Misil itu berasal dari sebuah brigade militer di kota Kursk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


MH17 hancur lebur terkena misil di langit Ukraina dalam penerbangan antara Amsterdam dan Kuala Lumpur. Lokasi kejadian adalah di Donetsk, Ukraina timur yang dikuasai separatis pro-Rusia.
 
Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Olena Zerkal mengatakan kepada kantor berita Interfax pada Selasa 18 Juni bahwa empat orang akan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus MH17.
 
"Nama-namanya akan diumumkan. Dakwaan akan dijatuhkan," tutur Zerkal, dikutip oleh media AFP. Setelah pengumuman nama, Zerkal mengatakan pengadilan Belanda akan "mulai mempertimbangkan proses kasus tersebut."
 
Zerkal berpendapat, pergerakan sistem senjata seperti BUK "tidak mungkin terjadi tanpa ada izin dari jajaran perwira tinggi (Rusia)."
 
Mei tahun lalu, Belanda dan juga Australia mengatakan bahwa mereka secara resmi "menetapkan Rusia bertanggung jawab" atas kasus MH17. Pernyataan disampaikan kedua negara usai asal muasal misil BUK disebutkan, yakni dari Rusia.
 
Rusia membantah keras semua tuduhan terkait MH17. Moskow berpendapat BUK memang buatan Rusia, namun bukan berarti pihaknya yang menembakkan misil ke arah MH17.
 
Saluran radio RTL, mengutip beberapa sumber anonim, mengatakan bahwa para tersangka MH17 ini nantinya dapat disidang secara in absentia. Ini dikarenakan Rusia tidak memiliki kebijakan mengekstradisi warganya untuk proses hukum.
 
Baca:Rusia Tolak Bertanggung Jawab atas Tragedi MH17
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif