Salah satu bagian mesin dari pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di wilayah Ukraina pada 2014. (Foto: AFP).
Salah satu bagian mesin dari pesawat Malaysia Airlines MH17 yang jatuh di wilayah Ukraina pada 2014. (Foto: AFP).

Babak Pembuka Persidangan Kecelakaan MH17

Internasional malaysia airlines mh17
Fajar Nugraha • 19 Juni 2019 16:09
Den Haag: Tim penyelidik gabungan (Joint Investigation Team/JIT) kasus jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di wilayah Ukraina pada 2014 lalu akan mengumumkan nama tersangka terkait kecelakaan itu. Pengumuman menjadi langkah pertama untuk persidangan.
 
Baca juga: Penyelidik Jatuhnya MH17 akan Umumkan Tersangka.
 
Tim Investigasi Gabungan (JIT) yang terdiri dari anggota yang meliputi Australia, Belgia, Malaysia, Belanda dan Ukraina menolak untuk mengonfirmasi bahwa mereka akan mengumumkan dakwaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Belanda dan Australia mengatakan pada Mei lalu bahwa mereka secara resmi ‘meminta pertanggungjawaban Rusia’ atas serangan terhadap pesawat Boeing 777 tersebut. Kedua negara mencari tahu asal usul rudal yang diduga menjadi penyebab jatuhnya pesawat yang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur itu.
 
Dari penumpang yang meninggal, 196 adalah Belanda dan 38 adalah Australia. Rusia pun membantah keras dugaan keterlibatannya.
 
Para tersangka dapat diadili secara in absentia karena Rusia tidak mengekstradisi warga negaranya untuk penuntutan.
 
"Saya berharap akan ada informasi baru yang penting. Itu artinya penyelidikan semakin maju,” ujar Presiden Asosiasi Korban asal Belanda, Piet Ploeg, seperti dikutip AFP, Rabu, 19 Juni 2019.
 
“Ini langkah pertama menuju persidangan,” tegas Poeg
 
Bantahan Rusia
 
JIT mengatakan tahun lalu bahwa MH17 ditembak jatuh oleh rudal BUK dari brigade anti-pesawat 53 yang berbasis di Kursk, tetapi mereka masih mencari untuk tersangka.
 
Mereka menunjukkan video dan animasi dari peluncur BUK sebagai bagian dari konvoi militer Rusia. Kemudian tim JIT menggunakan klip video yang ditemukan di media sosial dan kemudian memeriksa melalui Google Maps, saat bepergian dari Kursk ke Ukraina timur.
 
Penyelidik mengatakan mereka juga mengidentifikasi 'sidik jari' dari tujuh fitur pengidentifikasi yang unik untuk BUK termasuk nomor militer pada peluncur.
 
Rusia bersikeras tahun lalu bahwa rudal itu ditembakkan oleh pasukan Kiev, dan menambahkan bahwa rudal itu dikirim ke Ukraina di era Uni Soviet dan belum dikembalikan ke Rusia.
 
Belanda mengatakan akan mempelajari informasi tersebut tetapi menambahkan bahwa rincian yang sebelumnya diberikan oleh Rusia tidak benar. Hal tersebut termasuk dugaan keberadaan jet Ukraina di dekat pesawat pada gambar radar.
 
Hubungan antara Moskow dan Den Haag semakin tegang tahun lalu ketika Belanda mengusir empat mata-mata Rusia karena mencoba meretas Organisasi yang berbasis di Belanda untuk Larangan Senjata Kimia.
 
Sementara ketegangan di Ukraina timur dan bencana MH17 terus mengganggu hubungan antara Rusia dan Barat. Sejak 2014, sekitar 13.000 orang tewas dalam perang di timur, yang meletus setelah pemberontakan rakyat menggulingkan Presiden Ukraina yang pro-Kremlin Ukraina dan pencaplokan Rusia terhadap Krimea.
 
Kiev dan pendukung Baratnya menuduh Rusia menyalurkan pasukan dan senjata untuk mendukung separatis. Moskow membantah klaim tersebut meskipun ada bukti yang bertentangan.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif