Suasana sidang di DK PBB. (Foto: AFP)
Suasana sidang di DK PBB. (Foto: AFP)

DK PBB Serukan Dialog Perdamaian As-Iran

Internasional as-iran
Sonya Michaella • 25 Juni 2019 10:33
New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyerukan dialog untuk mengakhiri ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
 
DK PBB juga menyetujui sebuah pernyataan bahwa semua pihak harus mundur dan menahan diri dari ketegangan serta konfrontasi militer yang ditakutkan akan terjadi.
 
Kesepakatan ini dibentuk DK PBB sesaat setelah Presiden AS Donald Trump memberikan sanksi baru terhadap Iran, dengan menargetkan pemimpin tertinggi Ayatollah Khamenei dan delapan komandan Iran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


DK PBB menyebut semua pihak yang berkepentingan dan negara-negara di sekitar kawasan harus menahan diri secara maksimal untuk mengurangi eskalasi dan ketegangan.
 
"Anggota DK PBB mendesak agar perbedaan harus diatasi secara damai dan melalui dialog," sebut pernyataan yang didukung oleh Rusia ini.
 
Baca:AS Dikabarkan Lancarkan Serangan Siber ke Iran
 
Sementara itu, Duta Besar Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi mengatakan saat ini tidak tepat jika dibentuk dialog antara Iran dan AS.
 
"Anda tidak dapat memulai dialog dengan seseorang yang mengancam dan mengintimidasi Anda," kata Ravanchi, dikutip dari AFP, Selasa 25 Juni 2019.
 
Inggris, Prancis dan Jerman juga secara terpisah menyerukan adanya dialog dengan patuh terhadap aturan internasional.
 
"AS harus menghentikan perang melawan rakyat Iran dan secara sadar menerima tawaran dialog dari DK PBB. Selama ancaman masih ada, tidak mungkin Iran dan AS akan memulai dialog," ucapnya.
 
Baca:AS Bersiap Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Iran
 
Ketegangan AS dan Iran bertambah ketika AS dikabarkan melancarkan serangan siber terhadap sistem persenjataan Iran, pekan lalu. Serangan siber itu melumpuhkan sistem komputer yang mengendalikan peluncuran roket dan misil Iran.
 
Serangan siber itu disebut merupakan balasan atas penembakan drone milik AS oleh Iran serta serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif