Iran menembakkan misil dari lokasi yang tidak diketahui ke arah Suriah pada 1 Oktober 2018. (Foto: AFP/SEPAH NEWS)
Iran menembakkan misil dari lokasi yang tidak diketahui ke arah Suriah pada 1 Oktober 2018. (Foto: AFP/SEPAH NEWS)

AS Dikabarkan Lancarkan Serangan Siber ke Iran

Internasional amerika serikat nuklir iran iran
Arpan Rahman • 23 Juni 2019 16:02
Washington: Amerika Serikat dikabarkan telah melancarkan sebuah serangan siber terhadap sistem senjata Iran pada Kamis 20 Juni. Peristiwa terjadi di hari yang sama saat Presiden AS Donald Trump membatalkan serangan balasan militer ke Iran atas insiden pesawat tanpa awak atau drone.
 
Menurut laporan kantor berita Washington Post, serangan siber itu melumpuhkan sistem komputer yang mengendalikan peluncuran roket serta misil Iran.
 
Surat kabar New York Times menyebut serangan siber itu merupakan balasan atas penembakan drone milik AS oleh Iran serta serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari BBC, sejauh ini belum ada konfirmasi independen mengenai kerusakan yang mungkin dialami sistem senjata Iran.
 
Kamis kemarin, Trump membatalkan serangan balasan terhadap Iran atas insiden drone, 10 menit menjelang eksekusi rencana. Trump mengaku menghentikan rencana itu di menit-menit akhir usai mendapatkan estimasi korban jiwa.
 
Menurutnya, serangan yang mungkin menewaskan ratusan orang "tidak sebanding" dengan penembakan sebuah drone semata.
 
Baca:Hindari Korban Jiwa, Trump Batal Serang Balik Iran
 
Dalam wawancara bersama NBC News, Trump menegaskan dirinya tidak mau berperang dengan Iran. Namun jika perang itu pada akhirnya terjadi, Trump memperingatkan Iran mengenai potensi terjadinya "pemusnahan."
 
Pekan kemarin, Iran mengaku akan meningkatkan program uranium yang sebelumnya dibatasi dalam perjanjian 2015. Teheran menyebut langkah tersebut adalah balasan kepada AS yang secara sepihak menarik diri dari perjanjian itu tahun lalu.
 
Ketegangan terbaru antara AS dan Iran terjadi saat Trump menarik diri dari perjanjian Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Trump menilai Iran terlalu banyak diuntungkan dari JCPOA, sehingga dirinya merasa perlu untuk menarik diri.
 
AS mengaku akan terus menerapkan, atau bahkan menambah, sanksi ekonomi terhadap Iran. Sanksi akan dicabut saat Iran dinilai sudah mengubah kebijakannya mengenai program nuklir.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif