Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Hindari Korban Jiwa, Trump Batal Serang Balik Iran

Internasional amerika serikat nuklir iran iran
Willy Haryono • 22 Juni 2019 07:24
Washington: Presiden Donald Trump mengatakan militer Amerika Serikat "sudah siap membalas" serangan Iran. Namun dia mengaku berubah pikiran, 10 menit sebelum serangan balasan dilakukan.
 
AS berencana menyerang tiga situs di wilayah Iran sebagai balasan atas penembakan sebuah pesawat tanpa awak atau drone milik Washington oleh Iran pekan ini. Trump mengaku membatalkan serangan balasan usai mendapat informasi adanya potensi 150 korban tewas.
 
Melalui Twitter, Trump menyebutkan bahwa "10 menit sebelum serangan, saya membatalkannya. (Potensi jatuhnya korban jiwa) tidak sebanding dengan penembakan sebuah drone."

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembatalan serangan balasan pertama kali dilaporkan surat kabar New York Times pada Kamis malam. NY Times menyebut kala itu rencana serangan balasan berada dalam "fase awal" sebelum akhirnya dibatalkan Trump.
 
"Saya tidak sedang buru-buru. Tapi militer kami selalu siap beraksi, dan merupakan yang terbaik di muka Bumi," ungkap Trump, dikutip dari laman BBC, Sabtu 22 Juni 2019.
 
Trump mengatakan Iran telah menembak jatuh drone AS pada Senin kemarin. Pernyataan tersebut berbeda dari versi militer AS, yang menyebut insiden itu terjadi pada Rabu 19 Juni.
 
Jumat 21 Juni, Trump mengatakan kepada NBC News bahwa dirinya membatalkan serangan karena melihat estimasi jumlah korban jiwa. "Saya tidak suka (estimasi jumlah korban). Saya rasa tidak setimpal," sebutnya.
 
Teheran mengatakan drone AS memasuki wilayah udara Iran pada Kamis 20 Juni pagi waktu setempat. Namun AS berkukuh drone miliknya itu ditembak jatuh Iran di wilayah internasional.
 
Ketegangan antar kedua negara meningkat sejak AS menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 tahun lalu dan menjatuhkan sejumlah sanksi ekonomi. Ketegangan memburuk usai AS menyalahkan Iran atas serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman belum lama ini.
 
"Iran tidak pernah boleh memiliki senjata nuklir," tulis Trump usai mengungkapkan mengenai pembatalan serangan balasan. Ia juga mengungkapkan beberapa sanksi ekonomi terhadap Iran telah ditambahkan malam sebelumnya.
 
Baca:Pentagon Konfirmasi Iran Tembak Jatuh Drone Pengintai AS

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif