AS Sambut Baik Dakwaan Hukuman Mati Pembunuh Khashoggi
Juru Bicara Kemenlu AS Heather Nauert sambut baik dakwaan Arab Saudi terhadap kasus Jamal Khashoggi. (Foto: AFP).
Washington: Amerika Serikat (AS) menyambut baik dakwaan penyelidikan Arab Saudi atas pembunuhan Jamal Khashoggi. Arab Saudi sebelumnya menyebutkan mendakwa lima orang pelaku pembunuhan Khashoggi dengan hukuman mati.

Baca juga: Hukuman Mati Pembunuh Jamal Khashoggi.

Menurut Kementerian Luar Negeri AS dakwaan ini sebagai ‘langkah pertama yang baik’. Namun mereka mendesak Riyadh untuk melanjutkan penyelidikannya.


Juru bicara Kemenlu AS Heather Nauert mengatakan tidak ada koordinasi sebelumnya dengan Amerika Serikat, yang secara bersamaan mengumumkan sanksi terhadap 17 pejabat Arab Saudi atas pembunuhan itu. Dia tidak mengesampingkan sanksi lebih lanjut karena lebih banyak rincian terungkap dalam kasus ini.

"Kami menganggap pengumuman yang mereka buat sebagai langkah pertama yang baik, itu adalah langkah ke arah yang benar," kata Nauert kepada wartawan, seperti dikutip AFP, Jumat, 16 November 2018.

"Ini adalah temuan penyelidikan awal. Penting bahwa langkah-langkah itu terus diambil menuju akuntabilitas penuh,” tegasnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Prancis pada Kamis 15 November. Prancis menyebutnya sebagai ‘langkah ke arah yang benar’ dalam penyelidikan yang disaksikan oleh dunia.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian luar negeri Perancis mengulangi seruan Presiden Emmanuel Macron untuk membuka fakta dari pembunuhan Khashoggi di Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul  pada 2 Oktober.

"Kami akan terus mempelajari perkembangan dalam kasus ini dengan seksama,” debut pihak Prancis.

Baca juga: Arab Saudi Tolak Penyelidikan Internasional Kasus Khashoggi.

Jaksa penuntut umum Arab Saudi pada Kamis menyerukan hukuman mati terhadap lima orang yang dituduh membunuh Khashoggi, yang dibius dan tubuhnya dimutilasi oleh pengakuan otoritas Saudi. Sebanyak 21 orang telah ditangkap atas pembunuhan itu, diantaranya 11 orang telah didakwa.

Khashoggi, seorang kontributor Washington Post, tinggal di pengasingan di Amerika Serikat dan mengkritik Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Pihak kerajaan membantah bahwa Pangeran Mohammed terlibat.

 



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id