Hukuman Mati Pembunuh Jamal Khashoggi
Jamal Khashoggi dikenal sebagai pengkritik keras Kerajaan Arab Saudi. (Foto: AFP).
Riyadh: Arab Saudi mendakwa lima orang yang dituduh sebagai pelaku pembunuhan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi, untuk dihukum mati. Tetapi mereka menegaskan kembali bahwa Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman tidak terlibat.

Khashoggi yang merupakan corespondent the Washington Post yang juga dikenal sebagai pengkritik keras Kerajaan Arab Saudi dan Pangeran Mohammed. Jurnalis 59 tahun itu tewas di gedung Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki.

“Korban dibius dan tubuhnya dimutilasi. Kemudian potongan tubuhnya diserahkan kepada agen (intelijen) yang berada di luar gedung konsulat,” ujar Juru Bicara Kantor Kejaksaan Arab Saudi, Shaalan al-Shaalan, seperti dikutip AFP, Jumat, 16 November 2018.


“Jaksa penuntut telah mengajukan hukuman mati untuk lima orang yang dituntut dengan memerintahkan dan melakukan kejahatan dan untuk hukuman yang sesuai untuk orang lain yang didakwa," kata Shaalan.

Tokoh kunci

Beberapa nama disebut dalam pembunuhan Khashoggi ini. Salah satu yang terlibat  adalah wakil kepala intelijen Arab Saudi yang pernah berkuasa, Jenderal Ahmed al-Assiri. Dia diketahui yang memberi perintah untuk memulangkan Khashoggi.

”Tetapi kepala tim negosiasi yang terbang ke konsulat Istanbul telah memerintahkan pembunuhan terhadap Khashoggi,” ujar Shaalan.

Terkait kasus ini 21 orang saat ini berada dalam tahanan, 11 di antaranya telah didakwa dengan penyelidikan untuk melanjutkan ke yang lain.

Kerajaan Arab Saudi sebelumnya mengatakan telah memecat dua ajudan utama putra mahkota yang dikenal sebagai bagian dari lingkaran. Mereka yang dipecat adalah Assiri dan penasihat media istana kerajaan, Saud al-Qahtani.

Qahtani telah dilarang bepergian dan sekarang sedang diselidiki.Tetapi hingga kini tidak diketahui bagaimana nasib Qahtani.

Meskipun sudah ada Langkah hukum dikeluarkan pertanyaan besar tetap mengemuka. Siapa yang memberi perintah kepada para pejabat senior ini.


 



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id