Hasil laporan itu memaparkan overdosis yang tak disengaja tersebut setara dengan senyawa opium yang 50 kali lebih kuat dari heroin.
Ketua pengobatan darurat di Rutgers New Jersey Medical School, Dr. Lewis Nelson memaparkan, kandungan obat dalam darah Prince sangat tinggi, bahkan untuk seseorang yang merupakan pasien nyeri kronis.
Konsentrasi kandungan obat dalam darah Prince mencapai 67,8 mikrogram per liter, angka yang cukup mematikan.
Sementara itu, kadar fentanyl dalam hati Prince berkisar 450 gram per kilogram dengan catatan konsentrasi lebih besar dari 69 mikrogram per kilogram, angka yang mewakili kasus toksisitas overdosis atau fatal.
Disebutkan juga oleh para ahli, jumlah fentanyl berlebih dalam tubuh Prince membahayakan bagian perut Prince, meskipun tidak ada ukuran standar yang menyebabkan kematian karena perbedaan toleransi pengguna terhadap obat tersebut.
Prince ditemukan tak bernyawa dalam sebuah lift di kompleks rumahnya, Paisley Park pada 21 April 2016.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News